Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Viryan Aziz menepis tudingan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyebut KPU telah melakukan kebohongan publik lantaran menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang belum tuntas.
Terkait tudingan itu, Viryan mengatakan penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara berdasarkan hasil rekapitulasi manual berjenjang yang dilakukan dari tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional yang telah diselesaikan pada Selasa (19/5/2019) pukul 01.46 WIB.
Maka, kata dia, rekapitulasi penghitungan suara itu bukan berdasar pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) yang memang belum mencapai 100 persen seperti dikatakan Arief Poyuono.
"Situng itu sekali lagi dia hanya alat bantu untuk informasi kepada publik terkait informasi Pemilu. Namun demikian meskipun hasil sementara basisnya sama yaitu form C1. Kenapa belum selesai? Dimungkinkan terjadi karena sejumlah dokumen form C1 itu masih berada di dalam kotak," kata Viryan di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).
"Dengan sudah adanya hasil resmi tentu kita semua mengacu kepada hasil resmi yang sudah ditetapkan dini hari tadi pukul 01.46 WIB," imbuhnya.
Kendati hasil resmi perolehan suara Pemilu 2019 telah ditetapkan, menurutnya proses input data pada Situng KPU akan tetap diselesaikan hingga mencapai 100 persen. Hal itu dimaksudkan sebagai kewajiban KPU sebagai penyelenggara Pemilu untuk memenuhi hak publik terkait keterbukaan informasi.
"Kita tetap meminta teman-teman menyelesaikan Situng karena itu hak publik untuk mendapatkan informasi, ingin tahu di TPS berapa suaranya berapa, dari dokumen yang autentik, dokumen apa adanya dan itu terus kami dorong. Teman-teman sampai tadi pagi, kami meminta teman-teman di daerah terus menyelesaikan Situng," ungkapnya.
Sebagimana diketahui, Arief Poyuono berencana melaporkan komisioner KPU lantaran dinilai telah membohongi publik. Arief menyebutkan komisioner KPU berbohong karena telah mengumumkan hasil penghitungan suara nasional Pemilihan Presiden 2019 yang belum tuntas.
Arief menilai KPU berniat untuk melakukan kecurangan dengan mengumumkan hasil sebelum penghitungan suara selesai dilakukan. Menurutnya rekapitulasi suara melalui sistem penghitungan suara (situng) KPU pada pukul 14.45 WIB baru mengumpulkan 92 persen.
Baca Juga: Arief Poyuono Akan Polisikan Komisioner KPU karena Bohongi Publik
"Di situng KPU baru diinput sebanyak 92.67843 persen versi 21 Mei 2019 jam 14.45 WIB. Ini perhitungan pilpres yang diumumkan oleh KPU adalah ilegal dan tidak bisa di dipertanggung jawabkan," kata Arief melalui keterangan tertulisnya pada Selasa (21/5/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Siapa Bertanggung Jawab? Polisi Usut Kelalaian Proyek yang Tewaskan Bocah 4 Tahun di Tebet
-
Uang Saku MagangHub II Tembus Rp6 Juta! Kemnaker Buka Jalur Profesi dan Fokus Pemerataan di Daerah
-
Siapkan Bukti Video, Roy Suryo Serang Balik Prosedur Polisi Lewat 3 Poin Praperadilan
-
Mobil Boks di Bekasi Terobos Lampu Merah Hingga Tabrak 5 Motor, Satu Pemotor Tewas
-
Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel 'Mewah', Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!
-
Pedas! Guntur Romli Sebut Kepala Kerbau Diinjak Jokowi Simbol Loyalis Terbuai Perilaku Raja
-
1.000 Orang Meninggal karena Panas Ekstrem di Prancis. Kebanyakan Orang Tua di Rumah
-
Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan
-
Dibalik Mandatori Biodiesel Sawit B50, Potensi Deforestasi Setara 22 Kali Luas Jakarta Mengintai
-
Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM