Suara.com - Menjelang proses pemakaman untuk almarhum Ani Yudhoyono pada Minggu (2/6/2019) sore nanti, pengamanan di sekitar Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan mulai ditingkatkan.
Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan akan hadir dalam pemakaman Ani Yudhoyono dan bertindak sebagai inspektur upacara atau irup dalam upacara pemakaman.
Sejumlah pasukan dari Paspampres, TNI dan Polri sudah bersiaga di sekitar lokasi dalam serta luar TMP Kalibata. Jalan masuk ke area makam di pintu samping pun sudah ditutup dan dialihkan ke gerbang utama.
Pantauan Suara.com, di gerbang utama masuk ke dalam TMP Kalibata sudah terpasang metal detector. Semua pengunjung yang hendak masuk harus melalui pengecekan oleh Paspampres.
Kabag Ops Polres Jakarta Selatan, AKBP Lendy Agustinus mengatakan, penjagaan ketat di ring satu akan dilakukan oleh pasukan dari Paspampres. Sedangkan untuk ring dua dijaga pasukan dari TNI.
Untuk pasukan dari kepolisian, mengerahkan sebanyak 200 personel ditambah dengan satu pleton Brimob yang berjaga di ring tiga. Ada juga anjing K9 yang turut dikerahkan untuk menjaga pengamanan di sekitar lokasi TMP Kalibata.
"Protap kami RI 1, kami laksanakan protap waskita di bawah Dandim 0508. Sifatnya Polri membantu, kita membantu di ring tiga," kata Lendy di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019).
Sejumlah kendaraan taktis lengkap dengan personel membawa laras panjang juga sudah mulai tiba di TMP Kalibata.
Baca Juga: Annisa Pohan Ungkap Kondisi Terbaik Ani Yudhoyono Sebelum Meninggal
Berita Terkait
-
Annisa Pohan Ungkap Kondisi Terbaik Ani Yudhoyono Sebelum Meninggal
-
Sambil Menangis, Maruf Amin Pimpin Doa di Depan Jenazah Ani Yudhoyono
-
Ani Yudhoyono Meninggal, TMP Kalibata Penuh dengan Karangan Bunga
-
Maruf Amin Pimpin Salat Jenazah Ani Yudhoyono
-
Fakta di Balik Makam Ani Yudhoyono, Digali 8 Orang Selama 3 Jam
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
-
Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal
-
IDAI Ingatkan Lonjakan Penyakit Anak di Musim Hujan: Waspada Super Flu hingga Bahaya Zat Kimia
-
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
-
Kasus Resmi Dihentikan, Hogi Minaya Legowo Tak Tuntut Balik
-
Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat & Daerah 2026
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka
-
Kemenkes Kerahkan 513 Nakes ke Wilayah Paling Terisolir di Aceh
-
KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji
-
Pejabat OJK-BEI Mundur Saja Tak Cukup, Ketua Banggar DPR Desak Rombak Aturan 'Free Float'