Suara.com - Politikus Demokrat Cipta Panca Laksana mengenang sosok mendiang Ani Yudhoyono yang tutup usia pada Sabtu (1/6/2019) lalu. Cipta menilai perempuan bernama lengkap Kristiani Herrawati itu merupakan istri yang mampu menjadi penyeimbang bagi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurutnya, selama dua tahun mengenal SBY dan Ani, dirinya tidak pernah melihat keduanya bertengkar di depan publik. Di mata Cipta, Ani mampu mengendalikan diri sebagai istri sehingga tidak perlu mengumbar permasalahan rumah tangga di tengah-tengah publik.
"Saya pernah 2 minggu penuh ikut bapak dan ibu keliling Jatim, Jateng dan DIY. Hampir sepanjang hari kami selalu bersama, dari pagi hingga larut malam, tetap saya tidak pernah melihat mereka bertengkar," kata Cipta dalam tulisannya yang diunggah melalui akun Twitternya @panca66 pada Senin (3/6/2019).
Cipta pun menepis kabar jika SBY cenderung lebih tunduk dengan istrinya tersebut. Dari pengamatannya selama ini, Cipta justru menilai jika Ani yang selalu mengalah kepada SBY.
"Apa kuncinya? Ternyata, kalau selama ini di ruang publik banyak tersebar kabar Pak SBY takut Ibu Ani, yang saya temui sebaliknya. Ibu Ani selalu mengalah," sambungnya.
Kata Cipta, apabila nada suara SBY agak naik ditambah dengan pemberian kode dari tangannya, Ani langsung sigap dan memilih untuk diam. Cipta juga menceritakan baik Ani maupun SBY sama-sama selalu mengajarkan cara berpolitik yang baik.
Ia menjelaskan bahwa SBY dan Ani tidak pernah mengajarkan kepada para kader Demokrat untuk melakukan hal yang jahat. Keduanya seringkali digoda oleh anak-anak kadernya untuk membalas berbagai hujatan dari para pembenci, namun tidak pernah diamini.
"Memang pak SBY tak sekali pun mengajarkan kami hal-hal jahat. Bahkan ketika kami anak-anakya iseng "memprovokasi" bapak untuk membalas fitnah kubu lawan, Pak SBY hanya tersenyum dan tertawa kecil. Tak pernah mengiyakan ucapan kami. Itu lah Pak SBY dan Ibu Ani," tandasnya.
Baca Juga: Ani Yudhoyono Sengaja Ditidurkan Sebelum Meninggal, Ternyata Ini Tujuannya
Berita Terkait
-
Tolak Ucapkan 'Innalillahi' untuk Ani Yudhoyono, Warganet Ini Dikecam
-
SBY Masih Teteskan Air Mata Saat Bicara Mengenang Ani Yudhoyono
-
Beda 1 Menit, Pujian 2 Elite Demokrat saat Kaesang Melayat Ani Yudhoyono
-
Momen Ani Yudhoyono Ngakak Mendengar Lelucon Jokowi
-
Selain Kanker Darah, Ini Penyakit Lain yang Pernah Diderita Ani Yudhoyono
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif