Suara.com - Tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks, Lieus Sungkharisma menyebut ada sisi positif selama ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Salah satunya disebut Lieus adalah berat badannya yang turun delapan kilogram di dalam penjara.
Terkait turunnya berat badan tersebut, Lieus mengucapkan banyak terima kasih.
Polisi telah mengabulkan permohonan penangguhan sehingga Lieus tak lagi ditahan dan statusnya kini beralih kepada tahanan kota.
Setelah keluar tahanan, Lieus menemui awak media. Saat sedang berbincang sambil duduk di tangga, ia berdiri dan menunjukkan badannya yang ia sebut sudah lebih kurus.
"Di dalam saya juga terima kasih, karena 8 kilogram turun berat badan saya. Di luar turun setengah kilo saja susah. Ini dua minggu 8 kilogram," ujar Lieus di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (3/5/2019).
Ia mengaku mendapat banyak pelajaran selama di tahanan, salah satunya agar ia yang berat badannya turun tidak naik lagi selama penahanannya ditangguhkan.
"Saya pikir ke depan ini pasti akan lebih baik pelajaran yang kita ambil termasuk saya sendiri. Saya akan berusaha menjaga supaya jangan gemuk lagi," kata Lieus.
Lieus yang didampingi istri dan kuasa hukumnya saat keluar dari Rutan kerap melempar canda saat ditanya wartawan. Ia menyebut ditahan di Rutan Polda adalah cara efektif untuk menurunkan berat badan.
"Bagi yang mau diet susah masuk ke dalam (Rutan) minta pasalnya makar. Dijamin kurus," pungkas Lieus.
Baca Juga: Keluar dari Tahanan, Lieus Sungkharisma Tersenyum dan Acungkan Dua Jari
Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap Lieus Sungkharisma. Lieus merupakan tersangka dugaan tindak pidana makar.
Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo - Sandiaga, Sufmi Dasco mengatakan surat penangguhan Lieus sudah dikirim ke Polda Metro Jaya.
"Surat permohonan penangguhan penahanan Lieus Sungkharisma telah diserahkan ke Polda Metro Jaya," kata Sufmi Dasco.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR
-
KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum
-
Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan
-
Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?
-
Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan