Suara.com - Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana harus merayakan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah di dalam Rumah Tahanan dan Barang Bukti (Rutan Tahti) Polda Metro Jaya. Usai melaksanakan salat Ied, Eggi berbicara soal kezaliman.
Dari pantauan Suara.com di lokasi, Eggi duduk di barisan paling depan saat melaksanakan salat Ied bersama 200 tahanan lainnya. Setelah melaksanakan salat, Eggi mengatakan kalau seseorang yang telah dizalimi memiliki hak untuk berdoa kepada Allah.
Doa yang dimaksud Eggi itu ialah balasan bagi siapapun yang melakukan zalim. Akan tetapi dirinya tidak menyebut siapa yang dimaksudkannya.
"Tentu suasana maaf memaafkan itu satu kondisi yang nasional bahkan dunia ya, tapi juga ada hak spritual. Kalau yang dizalimi punya hak untuk minta ya Allah, balaslah siapa yang mendzaliminya itu. Mudah-mudahan balasan Allah segera akan terwujud, Insya Allah," kata Eggi.
Untuk diketahui, Polda Metro Jaya telah menahan Eggi Sudjana setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.
Penahanan terhadap Eggi merujuk pada Surat Perintah Penahanan bernomor: SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum, tertanggal 14 Mei 2019.
Kasus makar ini berawal dari ajakan people power yang diserukan Eggi saat berpidato di kediaman Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Buntut dari seruan itu, Eggi Sudjana dilaporkan seorang relawan dari Jokowi – Maruf Center (Pro Jomac), Supriyanto ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan nomor: LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.
Baca Juga: Anies Lebaran ke Jokowi, Bawa Istri dan Anak Kompak Pakai Kostum Putih
Berita Terkait
-
Anies Lebaran ke Jokowi, Bawa Istri dan Anak Kompak Pakai Kostum Putih
-
Pileg dan Pilpres Gaduh, Maruf Amin Minta Publik dan Elit Kembali Damai
-
Lebaran di Australia, Fajar Alfian: Sudah Risiko
-
Lebaran di Penjara Medaeng, Vanessa Angel Minta Maaf
-
Lebaran di Tahanan, Ratna Sarumpaet Cicip Lontong Sayur
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme
-
Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu
-
Vonis 10 Tahun Belum Final, Nadiem Makarim Akan Jalani Sidang Banding
-
Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara
-
Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
-
Tahun Ajaran Baru Dimulai, MBG Hadir Lagi: Kritik Publik Kembali Menggema?
-
Fafa Sumenep Bawa Pesan Positif Lewat Single Bismillah Karena Cinta
-
Bagaimana Cara Memilih Sunscreen yang Aman untuk Anak-anak?
-
Buang Sampah Sembarangan: Mengapa Kita Masih Takut Menegur Pelanggar?
-
Objektivitas Penanganan Kasus Febrie Diragukan, Komjak Dinilai Gagal Jalankan Fungsi Pengawasan