Suara.com - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan salah satu dugaan kecelakaan maut Tol Cipali karena pengemudi bus menggunakan telepon genggam saat berkendara. Sehingga kecelakaan maut Tol Cipali terjadi secara \beruntun di jalan tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 150.900 B.
Kecelakaan maut Tol Cipali mengakibatkan 12 orang meninggal dunia.
"Yang saya dengar pada saat itu pengemudi lagi pegang handphone, itu yang saya dengar, pegang handphone. Kemudian ada juga yang disaksikan salah satu penumpang yang duduk di belakang sopirnya," tutur Refdi Andri di Auditorium PTIK, Jakarta, Senin (17/6/2019).
Ia menuturkan pendalaman dengan meminta keterangan saksi yang menyaksikan keadaan sebelum terjadi kecelakaan, saat kecelakaan dan setelah kecelakaan terus dilakukan oleh Korlantas Polri bersama Ditlantas Polda Jabar, Polres dan Satlantas Majalengka.
"Mudah-mudahan faktor penyebab akan disimpulkan beberapa hari kemudian, setidak-tidaknya paling lambat 2x24 jam," ucap Refdi.
Dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin (17/6/2019) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun adalah Bus Safari Dharmaraya H-1469-CB, Mitsubishi Expander, Toyota Innova B 168 DIL, dan Mitsubishi Truk R 1436 ZA.
Korban yang meninggal dunia adalah Heruman Taman (59), Rafi (22), Reza (22), Radit (22), Dafa (21) dan Irfan (22) semua beralamat di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, penumpang Mitsubishi Expander.
Sementara untuk identitas penumpang mobil Innova yang meninggal yaitu Wiki (21) Jakarta Pusat, Uki (45), Amar (37), Daryono (70) yang beralamat Desa Tarub Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.
Sedangkan dua orang lainnya masih dalam pendataan, karena tidak membawa identitas dan saat ini jenazah berada di RS Cideres Majalengka. Selain mengakibatkan 12 orang meninggal dunia kecelakaan tersebut juga menyebabkan 11 orang luka berat dan 34 lainnya mengalami luka ringan. (Antara)
Baca Juga: Kecelakaan Maut Tol Cipali Berawal dari Ancaman Pembunuhan
Berita Terkait
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali Berawal dari Ancaman Pembunuhan
-
Daftar 12 Korban Tewas Kecelakaan Maut Tol Cipali
-
Jasa Raharja Beri Santunan ke Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali Rp 50 Juta
-
Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 12 Orang Tewas dan Belasan Orang Terluka
-
Selasa Siang, Tol Cipali Macet Parah Sepanjang 30 Km
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet