Suara.com - Perubahan jenis dan bentuk pekerjaan di masa depan, tengah menjadi tantangan Indonesia dan negara-negara dunia. Untuk menjawab tantangan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri, dalam pidatonya mengemukakan 3 pilar agenda yang berpusat pada manusia (human-centred agenda) yang bertujuan untuk membangun sumber daya manusia (SDM).
Ketiga pilar tersebut dikemukakannya dalam Forum Konferensi Perburuhan Internasional/International Labour Conference(ILC) ke-108, Jenewa, Swiss, Selasa (18/6/2019).
Ketiga pilar itu, pertama, meningkatkan investasi SDM. Menaker yakin, konsep pembelajaran seumur hidup (long life learning dan long life education) adalah kunci untuk menavigasi berbagai perubahan jenis pekerjaan di masa depan. Apalagi saat ini, skill atau keterampilan menjadi hal wajib dalam menghadapi dunia ketenagakerjaan yang semakin dinamis dan fleksibel.
Semua orang harus bisa mengalami long life learning melalui berbagai bentuk, yaitu skilling, upskilling, dan reskilling.
"Saya ingin menekankan, ini adalah tanggung jawab bersama pemerintah, organisasi pengusaha, dan serikat pekerja. Ini juga harus menjadi bagian integral dari proyek investasi di negara berkembang," kata Hanif.
Menaker menjelaskan, pilar ini diwujudkan dengan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia. Indonesia perlu masifikasi pelatihan kerja untuk mewujudkan SDM berkualitas dalam jumlah memadai dan persebaran yang relatif merata di berbagai daerah.
Ia mencontohkan program pembangunan 1.000 lembaga pelatihan kerja dan program pemagangan yang dikerjasamakan dengan industri.
"Kami sedang mendirikan 1000 pusat pelatihan kerja baru tahun ini, untuk mengatasi skill mismatch dan pengangguran kaum muda," jelas Menaker.
Kedua, penguatan institusi atau lembaga kerja sama. Menaker menilai, untuk meningkatkan peran seluruh stakeholder ketenagakerjaan, maka institusi dan lembaga harus memperkuat dialog sosial.
Baca Juga: Menaker Pimpin Delegasi Indonesia Konferensi Buruh Internasional di Swiss
Menaker menjelaskan, Indonesia terus memperkuat institusi dan lembaga kerja sama stakeholder ketenagakerjaan, seperti memperkuat dialog sosial Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit, baik di tingkat nasional maupun daerah, pembentukan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional dan pembentukan Dewan Produktivitas Nasional.
Meski begitu, situasi nasional masing-masing negara sangat berpengaruh terhadap pola dialog sosial yang dibangun antar stakehokder.
"Mekanisme dan bentuk dialog sosial nasional harus dikembangkan berdasarkan keadaan nasional," ujarnya.
Ketiga, meningkatkan investasi dalam mewujudkan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan. Dalam hal ini, upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat ekonomi pedesaan.
Menaker menyatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pembangunan ekonomi pedesaan dengan menyediakan dana desa.
"Kami juga telah mengembangkan Desa Migran Produktif (Desmigratif), yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan standar hidup para pekerja migran yang kembali beserta keluarga mereka, di desa asal mereka," tuturnya.
Berita Terkait
-
2.072 Peserta Ikut Seleksi PMB Politeknik Ketenagakerjaan di Kemnaker
-
Usai Cuti, Menaker Ajak Pegawai Kemnaker Kembali Bekerja Layani Masyarakat
-
Berpredikat WTP, Menaker Minta Kemnaker Pertahankan Prestasi
-
Kemnaker Selenggarakan Liga Pekerja Indonesia
-
Cegah Peredaran Narkoba di Kalangan Pekerja, Kemnaker Gandeng BNN
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Sambut Arus Balik 2026, Transjakarta Operasikan 5 Rute Khusus dari Pulo Gebang
-
InJourney Airports Layani 4,41 Juta Penumpang hingga H1 Lebaran 2026
-
Jangkauan Rudal Iran Bisa Lintas Eropa dan Asia? AS dan Inggris Bereaksi
-
Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan
-
Lebaran, Prabowo Silaturahmi via Telepon dengan Erdogan hingga Mohammed bin Salman
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak