Menurut Raja Antoni, hal itu tidak seperti partai lain yang berupaya mengetuk pintu koalisi, meski sepakat bulat untuk menutup pintu tersebut.
"Alkisah sebuah partai. Teriak "Kami Oposisi!" Terkesan heroik. Tapi sebenarnya tidak ada pilihan lagi saja. Tidak seperti teman-temannya yang masih berusaha keras mengetuk pintu koalisi, khusus yang satu ini semua sepakat bulat: "pintu sudah tertutup!" Malu hati akhirnya teriak #KamiOposisi," cuit Raja Antoni melalui akun Twitter @AntoniRaja.
Sebelumnya, Mardani Ali Sera memang mengisyaratkan sikap partainya yang akan kembali bertindak sebagai oposisi di masa pemerintahan 2019-2024. Oposisi dinilainya sebagai satu instrumen penting dalam demokrasi.
Mardani mengatakan oposisi adalah salah satu bentuk upaya membangun negeri karena berperan mengawasi kebijakan pemerintah.
"Oposisi (Partai maupun rakyat) sebagai penyeimbang atas kekuasaan, melakukan pengawasan dan pengawalan agar pemerintahan berjalan sesuai koridor dan tidak sewenang-wenang. Yang baik didukung, yang kurang baik kita kritisi, yang buruk kita tolak," kata Mardani dikutip Suara.com dari Twitternya, Minggu 30 Juni 2019.
Dia menambahkan bukan tidak mungkin kelompok oposisi suatu saat nanti bisa berbalik menjadi kelompok pemerintah yang juga akan diawasi oleh kelompok oposisi lain.
"Dan tentu saja jumlah rakyat yang "oposisi" bisa saja berubah dari angka 68 juta, hal tersebut itu bergantung pada situasi dan kondisi psikologis serta kebijakan pemerintah," ucapnya.
Mardani menjelaskan meski dalam Pemilu 2019 ini menunjukkan kelompok koalisi pemerintah lebih banyak dari kelompok oposisi, dia yakin suara oposisi tetap akan terdengar karena mewakili rakyat.
"Sudah mulai terbangun Oposisi Rakyat, sehingga meskipun hanya 1 atau 2 partai yang beroposisi, akan mempunyai dukungan yang kuat yang saling mengisi untuk kritis dan menjaga negeri," tegasnya.
Baca Juga: Mardani: PKS Lebih Baik Temani Partai Gerindra Jadi Oposisi
Berita Terkait
-
Sahal: Prabowo di Dalam Dijadikan Pemimpin Umat, di Luar Kena Blacklist
-
Relawan Bikin KTP Khusus, Prabowo Senang Sekaligus Terharu
-
Samakan dengan Pasutri, Jokowi Ditantang Sowan ke Prabowo
-
Mohon ke Prabowo, Keluarga Minta Pendukung yang Terjerat Hukum Dibebaskan
-
Ini Peluang PKS Rebut Kursi Wali Kota Surabaya Pada Pilkada 2020
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik
-
6 Titik Nadi Terbaik untuk Semprot Parfum agar Sillage Maksimal
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah
-
Bakal Diteror Mitchell Baker, Kiper Vietnam Gemetar: Akui Timnas Indonesia Bukan Lawan Mudah
-
UMKM Mulai Go Digital, Transaksi QRIS Jadi Andalan Dongkrak Penjualan
-
Kabar Duka, Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia
-
Apa Itu Mini Velo? Ini 4 Rekomendasi Sepeda Paling Bagus dan Awet untuk Bike To Work
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG