Suara.com - Kabar meninggalnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyisakan duka tersendiri bagi Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. Doni manilai almarhum Sutopo sebagai sosok pahlawan.
Doni menuturkan almarhum Sutopo merupakan sosok yang sangat berdedikasi. Sebab, almarhum selalu bekerja dengan gigih memberikan informasi ditengah penyakit kanker paru-paru stadium 4B yang diidapnya.
"Pak Topo ini Pahlawan Kemanusiaan, karena di tengah kondisi sakit, dia tetap memberikan informasi kepada publik," kata Doni kepada wartawan, Minggu (7/7/2019).
Berkenaan dengan itu, Doni mengatakan akan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Sutopo sebelum dikebumikan. Nantinya, kata Doni, jajaran BNPB bakal menggelar penyambutan ketika jenazah Sutopo tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Kedatangan (jenazah) sedang diproses, kami akan menyambut di sini memberi kesempatan kepada rekan untuk memberikan penghormatan terakhir," ujarnya.
Untuk diketahui, Sutopo Purwo Nugroho dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019) di Guangzhou, China pukul 02.00 waktu setempat atau pukul 01.00 WIB. Ia meninggal saat dalam menjalani pengobatan kanker stadium 4 yang diidapnya.
Berita Terkait
-
Tiba di Jakarta Malam Ini, Jenazah Sutopo BNPB akan Disemayamkan di Depok
-
Jenazah Sutopo BNPB akan Dimakamkan di Boyolali
-
Garuda Siap Bawa Pulang Jenazah Sutopo BNPB Minggu Sore Ini
-
KJRI Guangzhou Upayakan Pemulangan Jenazah Sutopo BNPB Secepatnya
-
Ini Momen Sutopo Blak-blakan Alasannya Jadi Fans Manchester City
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor