Suara.com - Nor Diana, seorang gadis 19 tahun, telah membuat banyak orang tercengang karena bakatnya yang tak terduga. Di balik sosoknya yang tampak kalem, Nor Diana adalah seorang wanita pegulat profesional.
Dirinya bahkan merupakan pegulat pertama di Malaysia, atau mungkin di dunia, yang mengenakan hijab.
Atlet bernama panggung Phoenix itu dulunya memakai topeng saat bertanding untuk kali pertama tiga tahun lalu.
Kemudian tahun lalu, dikutip dari The Sun Daily, Selasa (2/7/2019), ia mulai melepasnya di pertandingan MYPW Wrestlenation, acara gulat paling terkenal di Malaysia pada 2018.
Phoenix mengatakan, banyak orang yang terkejut melihat dirinya muncul tanpa topeng, apalagi saat mereka tahu bahwa Phoenix ternyata mengenakan jilbab.
Perjalanannya menuju ketenaran dalam olahraga gulat dimulai ketika Phoenix baru berusia 14 tahun.
Awalnya ia suka bermain video games gulat dengan adiknya hingga kemudian mulai sering menonton acara TV gulat.
Meski perempuan dan memakai hijab, Phoenix mengatakan dirinya tak diperlakukan secara berbeda oleh MYPW.
"Karena mereka tidak memperlakukan saya secara berbeda, saya bisa melakukan gerakan yang ingin saya lakukan, menolak gerakan yang tidak bisa saya lakukan, dan mereka mendorong kepercayaan diri saya untuk melakukan gerakan," katanya. "Ini pengalaman yang luar biasa."
Baca Juga: Gagal Lolos Tes Doping, Emas Asian Games Pegulat Mongolia Dicabut
Banyak orang terkejut ketika Phoenix bergulat secara profesional untuk kali pertama, karena tubuhnya tergolong kecil dibandingkan dengan wanita pegulat lainnya.
Keluarganya sendiri, dan bahkan rekan-rekan pegulatnya, juga terkejut dengan persona Phoenix. Apalagi, kepribadiannya tampak sangat berbeda begitu masuk ring.
"Saya biasanya adalah orang yang pendiam," kata Phoenix. "Saya tidak terlalu mudah bergaul atau banyak ngomong, tapi saya suka gulat. Berada di ring gulat memunculkan sisi lain dari diri saya yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya."
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan