Suara.com - Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait aksi penyerangan oleh massa yang disebut dari Serikat Mandiri Batanghari (SMB) terhadap Satgas Karhutla Terpadu yang terdiri dari gabungan TRC Damkar PT. WKS, personel Polri, Babinsa dan Tim Satgas monitoring Karhutla Korem 042/Gapu di Jambi pada Sabtu (13/7/2019).
Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap pelaku. Selain itu, polisi juga akan mengecek data CCTV di lokasi kejadian.
"Kita tengah melakukan mapping (pemetaan) terhadap pelaku. Kita juga kumpulkan data CCTV. Karena saat kita ke sana (lokasi kejadian) sudah kosong, tidak ada orang lagi," kata Muchlis seperti dikutip dari Metrojambi.com (jaringan Suara.com), Senin (15/7/2019).
Selain itu, kata Muchlis, pihaknya juga tengah mengumpulkan bukti-bukti lainnya.
"Kita juga akan minta keterangan saksi dan korban," katanya.
Dari informasi, kelompok SMB yang dipimpin Muslim kembali membuat ulah. Sebelumnya, kelompok SMB bentrok dengan pemilik IUP HTR di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi dan menganiaya seorang kepala desa.
Kali ini justru menyasar terhadap Satgas Terpadu Karhutla yang baru memadamkan kebakaran lahan di area yang dibakar kelompok SMB.
Satgas Karhutla Terpadu yang terdiri dari gabungan TRC Damkar PT. WKS, personel Polri, Babinsa dan Tim Satgas monitoring Karhutla Korem 042/Gapu, pada hari Jumat tanggal 12 Juli 2019 memadamkan kebakaran seluas kurang lebih 10 hektare di dua lokasi yang diindikasikan sengaja dibakar oleh kelompok SMB.
Beberapa orang dari kelompok SMB berusaha mencegah pemadaman tersebut. Pemadaman tersebut dilakukan karena dikhawatirkan dapat meluas ke daerah lain, dan menjadi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: Minggu Pagi, Dumai dan Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap Karhutla
Pada hari Sabtu, tanggal 13 Juli 2019 sekita 60 orang dari kelompok SMB dipimpin Muslim merangsek masuk ke Distrik VIII untuk mencari tim pemadam yang memadamkan api.
Pada saat kedatangan kelompok SMB, anggota Satgas monitoring Karhutla Korem dan anggota Polri melihat adanya kemungkinan kelompok tersebut akan melakukan pembakaran lahan lagi, karena membawa senjata rakitan dan senjata tajam dan alat-alat lainnya.
Tim kemudian berusaha melakukan komunikasi untuk mencegah dan mengimbau kelompok tersebut dan bahwa pembakaran dapat berdampak luas. Namun kelompok SMB tersebut marah dan melakukan pemukulan terhadap TRC Damkar dan karyawan PT. WKS yang ada di lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara