Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran di Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020, untuk menampung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.
"Tahun 2020 kami akan mendesain APBN untuk mendukung program-program pembangunan di dalam rangka tahun pertama RPJMN 2020-2024. Juga untuk menampung visi misi Presiden terpilih dan juga prioritas dan juga janji kampanye. Di APBN 2020 didesain dalam rangka untuk mendukung program-program tersebut," ujar Sri usai Rapat Terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019).
Anggaran yang dimaksud Sri yakni anggaran yang disiapkan untuk tiga kartu sakti yakni Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Sembako Murah. Tiga kartu sakti tersebut merupakan janji Jokowi saat kampanye Pilpres 2019.
Anggaran yang disiapkan untuk kartu pra kerja di RAPBN 2020 kata Sri mencapai Rp 10 triliun.
Kata Sri, anggaran akan dilokasikan kepada 1 juta warga yang memperoleh pelatihan digital dan juga diberikan kepada 1 juta warga yang akan menempuh pelatihan regular.
"Kami juga akan mendesain Rp 10 triliun untuk Kartu Pra Kerja. Yaitu 1 juta (warga) melalui pelatihan digital dan 1 juta (warga diberikan) pelatihan reguler. Saat ini desain program masih dibahas antar menteri terkait di bawah koordinaator Menko Perekonomian," kata dia.
Sri menuturkan terkait Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, akan ada penambahan jumlah penerima beasiswa. Pasalnya saat ini yang mendapat beasiswa pemerintah hanya 380 ribu siswa, namun ada penambahan sekitar 400 ribu siswa.
"Untuk beberapa pos yang berhubungan dengan janji presiden seperti KIP-Kuliah akan ditambah jumlah beasiswa baru yang sekarang ini jumlahnya sekitar 380 siswa, akan ada tambahan sekitar 400.000 siswa yang akan kita jaga pada 4 tahun ke depan. Dengan demikian ada 4 kali lipat jumlah beasiswa untuk KIP Kuliah," ucap dia.
Tak hanya itu, Sri menuturkan Kemenkeu juga tengah mendesain bagaimana sistem pelaksanaan kartu sembako.
Baca Juga: Kartu Pra Kerja dan Kartu Kuliah Bakal Terkonsentrasi di Pendidikan Vokasi
Pasalnya kata dia, masyarakat saat ini mengenal bantuan berupa rastra (beras sejahtera).
"Jadi jumlah rumah tangganya maupun dari sisi jumlah manfaat yang akan diberikan per keluarga akan ditingkatkan pada 2020. Sementara dari sisi itu pra kerja, sembako maupun kuliah yang menjadi prioritas bapak presiden yang sudah disampaikan bapak presiden selama itu," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
-
Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026
-
Spanyol Kecam Komentar Donald Trump terhadap Paus Leo XIV
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual