Suara.com - Ratusan pengungsi gempa Halmehera 7,2 Skala Richter (SR) kekurangan makanan. Terutama mereka yang berada di 62 km Timur Laut Labuha, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut).
Mereka ada di kawasan Kepulauan Joronga. Ketua Posko Pengungsi Desa Yomen, Usman K Niat mengatakan pascagempa ratusan warga selama tiga hari mengandalkan makanan yang didapatkan dari kebun seperti ubi dan pisang.
"Selama tiga hari, para pengungsi belum mendapatkan bantuan makanan, karena wilayah Desa Yomen terdampak gempa 7,2 SR paling terjauh dari daerah lainnya, bahkan tidak ada akses komunikasi maupun transportasi yang menghubungkan ke desa itu," kata Usman di lokasi pengungsian, Rabu (17/7/2019).
Sesuai data yang tercatat di aparat pemerintah desa setempat, untuk Desa Yomen sekitar 750 jiwa saat gempa lalu satu orang warganya bernama Sagaf Girato (62 tahun) meninggal, 160 unit rumah rusak berat, lima orang warganya mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, 3 anak mengalami luka dan 9 orang dewasa mengalami luka ringan.
Kendati demikian, dirinya mengakui hingga Selasa Siang bantuan dari tim aksi cepat tanggap darurat bencana PT Pertamina MOR VIII Papua,Maluku, Malut telah masuk ke posko pengungsian untuk kebutuhan untuk beberapa hari ke depan dan bantuan dari anggota DPRD Halsel dapil Gane Barat-Timur.
Upaya Pertamina untuk menyediakan dapur umum sangat diapresiasi, karena bisa menyediakan makanan maupun minuman kepada ratusan warga di lokasi pengungsian Saat ini, mereka sangat membutuhkan bantuan seperti terpal, tikar, makanan/minuman, obat-obatan, MCK darurat dan air bersih.
Sedangkan, korban lainnya, Saima (55 tahun) warga Yomen mengakui pasrah dengan kondisi yang mereka alami, bahkan dirinya merasa terbantu dengan kehadiran PT Pertamina bersama tim Medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Halmahera Selatan yang turut serta menangani para korban yang terkena dampak gempa di setiap daerah dikunjungi tim Pertamina.
Sementara itu, Kepala Desa Wayatim, Sainuddin Hi Adam mengakui, warganya yang mengungsi baru mendapatkan jatah bantuan dari tim Pertamina yang langsung membawa ke lokasi pengungsian di kawasan pegunungan desa tersebut.
Pemkab Halsel mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat pesisir Gane Barat dan Gane Timur menggunakan Kapal KM Uky Raya bermuatan 300 Ton. Bupati Bahrain mengawal langsung bantuan logistik tersebut hingga larut malam.
Baca Juga: Diguncang Gempa 7,2 SR, Warga Halmahera Takut Kembali ke Rumah
Kapal yang bermuatan 300 ton saat ini mengangkut kebutuhan pokok warga yang berada di tempat pengungsian dengan estimasi 25 ton Beras, 2500 mi instan, 2000 dos air mineral dan 100 dus biskuit dan 1000 tikar dan selimut. Selain itu, puluhan personel TNI-Polri serta Satpol-PP juga turut terlibat dalam pengawalan pendistribusian logistik tersebut.
Bantuan lewat helikopter
Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan pihaknya telah mengirimkan satu helikopter Mi-8 untuk penyaluran bantuan bagi korban gempa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
"Bantuan logistik untuk penanganan darurat terus mengalir seperti tenda keluarga dan keperluan pengungsi lainnya. Bantuan berupa tenda lainnya juga telah disiapkan pengirimannya menggunakan pesawat Hercules yang tiba Selasa (16/7) malam," kata Agus.
Selain pengiriman melalui udara, Agus mengatakan BNPB juga telah mengirimkan dukungan logistik menggunakan kapal. Logistik dari kapal tanker telah dibongkar muat ke kapal yang lebih kecil.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah membentuk pos komando untuk penanganan darurat. Dapur umum yang dioperasikan pemerintah daerah dibantu TNI/Polri untuk melayani sembilan pos pengungsian di Labuha, ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan.
Kabupaten Halmahera Selatan diguncang gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter pada kedalaman 10 kilometer di 62 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara.
Gempa Halmahera terjadi pada Minggu (14/7/2019) pukul 16.10 WIB pada koordinat 0,59 derajat Lintang Selatan dan 128,06 derajat Bujur Timur, diikuti dengan puluhan gempa susulan yang sebagian dirasakan warga.
Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan. Hasil analisis mekanisme sumber yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan struktur pergerakan mendatar. (Antara)
Berita Terkait
-
Diguncang Gempa 7,2 SR, Warga Halmahera Takut Kembali ke Rumah
-
Korban Tewas Gempa Halmahera Selatan Bertambah jadi 4 Orang
-
Halmahera Terus Diguncang Gempa Dangkal 5,3 SR
-
Gempa Halmahera 7,2 SR, BNPB Kirim Pesawat Tanpa Awak ke Medan Sulit
-
Gempa 7,2 SR, Halmahera Selatan Darurat Bencana Sampai 21 Juli 2019
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah