Suara.com - Rencana pemutaran lagu pada setiap lampu merah di Kota Depok menuai beragam reaksi dari warga, yang banyak menumpahkan une. Pemutaran lagu tersebut disebut sebagai pengusir stres warga saat terjebak dalam kemacetan kendaraan.
Rencananya, lagu yang diputar adalah lagu berjudul Hati-Hati yang dinyanyikan sendiri oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris. Banyak warga yang menolak rencana tersebut.
Salah satunya adalah warganet asal Depok @eko_wi. Dengan diputarnya lagu yang sama setiap hari justru akan meningkatkan stres.
"Rumah saya dekat lampu merah, setiap hari dengar lagu yang sama bisa stres pak," kata warganet @eko_wi seperti dikutip Suara.com, Rabu (17/7/2019).
Lain halnya dengan @hate_guts. Ia menyebut pemutaran lagu justru meningkatkan pelanggaran rambu lalu lintas sebab para pengendara bosan mendengar lagunya.
"Orang malah enek dengernya yang ada malah jadi melanggar lampu merah, cabut sebelum lampu ijo. Ya karena ga mau lama lama denger itu lagu. Ahahahah," ungkap @hate_guts.
Pemerintah Kota Depok melalui akun resmi Twitter @pemkotdepok memberikan klarifikasi mengenai rencana pemutaran lagu di lampu merah.
Pemutaran lagu tersebut bertujuan untuk memberikan pesan tertib berlalu lintas, bukan untuk mengatasi kemacetan.
"Adanya lagu di lampu merah tersebut bukan untuk mengatasi kemacetan maupun mengusir stres warga disaat macet, melainkan tujuannya adalah untuk tertib lalu lintas karena lagu tersebut berisi pesan atau ajakan dalam tertib dan keselamatan berlalu lintas," tulisnya.
Baca Juga: Ikan Asin, Kekerasan Simbolik Lelaki yang Merasa Pemilik Tubuh Perempuan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
-
BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025
Terkini
-
Tangguh Jaga Inflasi 2025, Pemprov Jateng Pertahankan Prestasi TPID Terbaik Tingkat Provinsi
-
Longsor Susulan di Silaiang Bawah, 1 Prajurit TNI AD Gugur dan 2 Hilang saat Evakuasi!
-
Antrean Bansos Mengular, Gus Ipul 'Semprot' PT Pos: Lansia-Disabilitas Jangan Ikut Berdesakan
-
Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional: Kita Monitor Terus, Bantuan Tak Akan Putus
-
Rajiv Desak Polisi Bongkar Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan: Jangan Cuma Pelaku Lapangan
-
KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan
-
Dongkrak Pengembangan UMKM, Kebijakan Memakai Sarung Batik di Pemprov Jateng Menuai Apresiasi
-
Gerak Cepat Athari Gauthi Ardi Terobos Banjir Sumbar, Ribuan Bantuan Disiapkan
-
Prabowo Murka Lihat Siswa Seberangi Sungai, Bentuk Satgas Darurat dan Colek Menkeu
-
Krisis Air Bersih di Pesisir Jakarta, Benarkah Pipa PAM Jaya Jadi Solusi?