Suara.com - Beberapa hari terakhir publik dibuat ramai dengan munculnya rencana pemasangan lagu daerah di lampu merah Kota Depok.
Salah satu rekaman lagu yang akan di putar di tiap lampu merah, dinyanyikan sendiri oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris.
Lagu yang diciptakan oleh Koko Thole itu kekinian sedang diaransemen dan dipersiapkan untuk diputar di setiap lampu merah.
Lagu tersebut sudah diunggah di akun YouTube Dishub Depok sejak 22 Juli 2018. Lagu berjudul Hati-hati itu telah disaksikan lebih dari 6 ribu kali.
Pemasangan lagu di tiap lampu merah tersebut bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di Kota Depok.
Beragam komentar dari publik bermunculan mengenai rencana pemasangan lagu di lampu merah Depok.
Banyak warganet yang memberikan dukungan, namun tak sedikit juga warganet yang merasa bila pemasangan lagu di lampu merah terlalu berlebihan.
"Lagunya lumayan sih bagus buat edukasi. Cuma salah momen aja, salah vokalis juga coba yang nyanyi artis cilik," kata Izzi Affandi Ahmad.
"Walikota bisa nge-rap coy... Pas macet denger gini pasti ga kerasa macetnya.. Gataunya bulan depan kemacetan Depok berkurang 80%. Setelah ditelaah, sebabnya adalah orang-orang jadi pada males keluar rumah karena harus denger lagu ini di jalan," ungkap Agus Jamal.
Baca Juga: Sindir PKS - Gerindra soal Pemilihan Wagub DKI, Mendagri: Tak Bisa Kompak?
"Otw hapalin liriknya, gue mau karaokean di lampu merah," ujar Dhama Zendra.
"Hahaha yang sabar ya warga Depok, kota lain sibuk pembangunan tata kota Depok malah bikin lagu," tutur Fauzi Firdauss.
Berikut lirik lagu berjudul Hati-Hati yang dinyanyikan Mohammad Idris
Hati-hati di jalanan, jangan ugal-ugalan
Bila Nnaik Kendaraan, jangan kebut-kebutan
Jangan sampai orang bilang engkau penganggu jalan.
Seperti orang bingung tak tahu peraturan.
Reff :
Lampu Merah, kita berhenti
Lampu Kuning, Hati-hati
Lampu Hijau, jalan lagi
Ambil Jalur sebelah kiri
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris