Suara.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Neil Bantleman, eks guru Jakarta International School (JIS) karena alasan kemanusiaan. Alasan itu dibeberkan Yasonna guna merespons KPAI yang sudah melayangkan surat kepada Kemenkumham.
Menurut Yasonna, pemberian grasi kepada Neil sudah sesuai prosedur. Satu yang menjadi alasan grasi tersebut diberikan yakni pertimbangan kemanusiaan.
Selain dari itu, Yasonna tak memberi tanggapan lebih lanjut soal pemberian grasi untuk Neil yang menjadi sorotan.
"Itu sudah diproses, dia sudah menjalani sepertiga masa hukumannya. Maka alasan kemanusiaan ini diberikan," ucap Yasonna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/7/2019).
Sebelumnya, Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengungkapkan, KPAI telah melayangkan surat kepada Kemenkumham terkait pemberian grasi oleh Presiden Jokowi kepada Neil Bantleman terkait kasus sodomi di JIS.
Retno menyayangkan pemberian grasi tersebut di tengah jumlah kasus kekerasan seksual anak terus meningkat.
"Sangat disayangkan memberian grasi. Namun kami juga sedang berkoordinasi dengan kementerian terkait," katanya saat ditemui dalam acara Diskusi PR Pendidikan di Hari Anak di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
Menurut Retno, pemberian grasi oleh Presiden Jokowi merupakan buah dari pertimbangan beberapa pihak terkait, di antaranya Kementerian Hukum dan HAM.
"Artinya Presiden pertimbangan yang sudah dibuatkan, dipelajari dan kemudian diterima akhrinya terjadi (pemberian grasi)," imbuhnya.
Ia berharap pemberian grasi kepada Neil Bantleman dapat dijadikan pembelajaran agar nantinya, pelaku kejahatan seksual kepada anak tidak lepas dari hukum begitu saja.
Baca Juga: LPSK Kecewa Jokowi Kasih Grasi ke Guru JIS yang Sodomi Anak
"Kami ingin ini jadi momentum pembelajaran agar pelaku kekerasan seksual terhadap anak, predator anak, harus dihukum berat dan sebaiknya tidak mendapatkan grasi," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
-
Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex
-
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah
-
WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup
-
Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!
-
Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek
-
Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi
-
Rekaman3Menit Terakhir Ungkap Penyebab Tragis Kecelakaan Pesawat Air Canada di New York
-
Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan