Suara.com - Identitas pria misterius yang nekat memakan kucing hidup-hidup mulai terkuak. Hal itu diketahui setelah polisi menyelidiki video viral aksi sadis yang diduga berlokasi di sebuah warung di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (27/7/2019) lalu.
"Kami baru tahu setelah dilaporkan warga dan sudah viral di medsos, pada Minggu malam. Dalam video itu jelas terlihat lokasi pria yang memakan kucing itu berada di salah satu warung di pinggir jalanan kawasan Jalan H Jiung," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kemayoran AKP Bambang Santoso saat dikonfirmasi, Senin (29/7/2019).
Dari hasil penyelidikan sementara, pria pemakan kucing hidup-hidup yang diduga bernama abang Grandong yang berasal dari Banten. Menurutnya, identitas lelaki misterius itu diketahui setelah polisi mendalami keterangan pegadang.
"Dari keterangan yang diperoleh petugas di tempat kejadian, pria ini belakangan diketahui berasal dari Banten, dan sering dipanggil Abang Grandong," katanya.
Namun, sejauh ini, polisi masih mencari pelaku pemakan kucing tersebut yang kini masih buron. Pengejaran itu dilakukan polisi untuk mengetahui motif pria memakan kucing itu secara hidup-hidup.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan aksi pria misterius yang menyantap kucing secara hidup-hidup. Aksi keji itu pun sempat viral di dunia maya.
Dalam video berdurasi 34 detik tersebut, tampak seorang pria berjaket cokelat dan mengenakan topi biru sedang mengunyah seekor kucing hidup-hidup. Pria itu mengoyak-ngoyak badan hewan peliharaan yang masih dipenuhi bulu.
Kapolsek Kemayoran, Kompol Saiful Anwar mengaku pihaknya belum mendapat laporan terkait peristiwa ini dari warga. Hanya saja, pihaknya sudah melakukan pencarian kepada pria di dalam video itu.
"Saya cari orangnya. Anggota juga sudah nyari, orangnya belum ketemu," ujar Saiful saat dikonfirmasi wartawan.
Baca Juga: Diduga Bayaran, Pria Pemakan Kucing Hidup Sempat Mengamuk ke Pedagang
Berita Terkait
-
Diduga Bayaran, Pria Pemakan Kucing Hidup Sempat Mengamuk ke Pedagang
-
Aksi Pria Santap Kucing Hidup Diduga untuk Takuti Pedagang Kemayoran
-
Cerita Pemilik Toko saat Disantroni Pria Pemakan Kucing Hidup di Kemayoran
-
Satpam Kemayoran Syok Dengar Aksi Pria Misterius Makan Kucing Hidup
-
Ini Lokasi Pria Makan Kucing Hidup-hidup, Pelaku Masih Misterius
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia