Suara.com - Sebuah rekaman video memperlihatkan penumpang diduga dilecehkan pengemudi ojek daring atau online (ojol) beredar di jagat maya.
Rekaman video yang diduga diambil oleh penumpang itu salah satunya diunggah oleh akun jejaring sosial Twitter @kir****asta pada Rabu (31/7/2019) dan menuai perhatian warganet.
Dalam cuitannya, akun @kir****asta menyebutkan pelecehan tersebut dilakukan oleh pengemudi ojek Grab. Kata @kir****asta, kasus itu sudah dilaporkan dan pelaku dikabarkan akan diberikan sanksi.
"Pelecehan driver @GrabID ini sudah dilaporkan dan katanya akan diberikan sanksi," cuit akun Twitter @kir****asta.
Dalam video tersebut, terlihat tangan pengemudi ojek online menyentuh paha penumpang. Namun, tangan itu beberapa kali ditepis oleh penumpang.
"Korbannya ketakutan sekali ini, dielus pahanya udah kedua kali dan yang ini dia sigap di-videoin," kicau akun Twitter @kir****asta.
Akun Twitter @kir****asta bercuit, "Kasus pelecehan seperti ini ada baiknya drivernya ditindak beneran dengan sanksi hukum."
Kicauan tersebut dibalas oleh admin akun resmi Twitter milik Grab Indonesia. Mereka berkicau meminta maaf dan meminta laporan lengkap terkait peristiwa tersebut melalui pesan pribadi.
"@kir****asta Hai Kak, mohon maaf atas kejadian yang dialami ya kak, silakan informasikan kepada kami untuk laporannya secara lengkap melalui DM ya. aku tunggu ya - Mawar," cuit akun @GrabID.
Baca Juga: Terkuak! Ini Dia Alasan Di Balik Heboh Ojol Pakai Motor Elektrik
Hal serupa dilontarkan oleh akun jejaring sosial Instagram milik @dea******llers.id yang juga mengunggah video tersebut. Akun itu menyebut peristiwa diduga pelecehan tersebut terjadi ketika sepeda motor melaju.
"Ada lagi teman kita, P, yang mengalami pelecehan oleh driver ojek. Saat di perjalanan, driver ini berusaha mengelus paha P, sambil ketakutan P menangkis tangan driver. Saat driver mengulangi lagi mau menyentuh pahanya, dia langsung cepat merekam video sebagai barang bukti. Setelah P sampai, P langsung melaporkan ke pihak Grab," tulis akun @dea******llers.id
Berita Terkait
-
Agustus Trending di Twitter, Ternyata Dikenal sebagai Bulan Ganja
-
Indonesia Jadi Negara Paling Santai di Dunia, Begini Respon Kocak Warganet
-
Atta Halilintar 'Diusir' dari Twitter, Warganet: 'Kami Menolak Keriaan'
-
Viral Ratu Elizabeth II Berlari, Kejar Pangeran William yang Berulah
-
Akun Atta Halilintar Diblokir Warganet, Kok Bisa?
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi