Suara.com - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, mendorong para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk memanfaatkan layanan remitansi nontunai.
Kegiatan bertajuk Edukasi dan Monitoring Perluasan Implementasi Remitansi dengan Dana Diterima di Rekening ini ditujukan kepada 100 CPMI di Balai Latihan Kerja (BLK) Mitra Bersaudara Lampung Timur, dengan negara penempatan Taiwan dan Hongkong.
Deputi Perlindungan BNP2TKI, Anjar Prihantoro BW, dalam sambutannya menyatakan, peningkatan remitansi PMI bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan PMI dan keluarganya.
Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya remitansi PMI adalah pada jumlah penempatan PMI, besaran gaji, perubahan pola konsumsi, dan masih adanya PMI yang mengirimkan uangnya melalui teman atau saudara. Hal ini tidak tercatat pada lalu lintas transaksi keuangan di BI.
”Ini merupakan tindakan nyata dalam upaya membantu memudahkan para CPMI/PMI dan keluarganya untuk mengelola keuangan secara baik, sehingga setelah kembali ke Tanah Air, mererka dapat mengolah hasil kerja di luar negeri untuk kegiatan yang bersifat produktif,” ujar Anjar, di Lampung Timur, Kamis (1/8/2019).
Melalui edukasi dan literasi ini, lanjut Anjar, PMI akan mendapatkan proteksi keuangan, yaitu pergi dengan tangan kosong, pulang dengan tangan penuh dan sejahtera.
“PMI harus punya rekening. Uang yang dikumpulkan harus bisa dikelola dengan baik, sehingga transaksi terlindungi dan uang yang diperoleh aman. Nantinya, seluruh hasil bisa dikelola melalui rekening,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, A Gatot Hermawan, menyampaikan, edukasi ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal dan nasional, serta memberikan nilai tambah bagi PMI dan keluarganya.
“Edukasi keuangan sangat diperlukan untuk memberikan informasi terkait produk remitansi dari lembaga keuangan, yang diharapkan secara bertahap dapat mengurangi transaksi cash to cash dan tentunya mendukung program pemerintah dengan transaksi non tunai,” ujar Gatot.
Baca Juga: BNP2TKI : 7.935 PMI Telah Ikut Program Komunitas Keluarga Buruh Migran
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk tindakan nyata dalam upaya membantu dan memudahkan CPMI/PMI dan keluarganya dalam mengelola keuangan secara baik, sehingga setelah kembali ke Tanah Air, mereka dapat mengolah pendapatannya untuk kegiatan yang bersifat produktif, seperti membuka warung dan investasi yang bermanfaat.
"Selain di Lampung, kegiatan serupa sebelumnya sudah dilaksanakan di Semarang bekerjasama dengan BP3TKI Semarang dan Surabaya bekerjasama dengan LP3TKI Surabaya," jelas Gatot.
Sementara itu, Kepala BP3TKI Lampung, Ahmad Salabi menyatakan, ia menyambut baik program tersebut. Hal ini sejalan dengan program pemberdayaan bagi PMI Purna dan keluarganya, yang sudah digulirkan di beberapa lokasi di Lampung, sejak 2015 hingga saat ini.
Edukasi ini diharapkan dapat membantu PMI dan keluarganya dalam mengirimkan sebagian uang untuk rencana jangka panjang yang telah ditetapkan PMI.
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Perlindungan BNP2TKI, Anjar Prihantoro BW, Kasudit Kerja Sama Antar Lembaga BNP2TKI, Asisten Direktur Kelompok Elektronifikasi Transaksi Ritel Bank Indonesia, Kepala BP3TKI Lampung, dan Relationship Manager PT BCA Tbk.
Berita Terkait
-
BNP2TKI : 7.935 PMI Telah Ikut Program Komunitas Keluarga Buruh Migran
-
Hilang Kontak Selama 21 Tahun, BNP2TKI Berhasil Pulangkan Turini
-
BNP2TKI Promosikan PMI Terampil dalam Pasific Exposition di New Zealand
-
BNP2TKI : TETO Berikan Visa Pertama Melalui Proses Direct Hiring
-
Sejak 2014, BNP2TKI Tempatkan 1,5 Juta Pekerja Migran Indonesia
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia