Suara.com - Tak hanya membicarakan soal negaranya, Perdana Menteri (PM) Malaysia Yang Amat Berhormat Tun Dr Mahathir bin Mohamad juga ditanya pendapatnya oleh Najwa Shihab, soal tujuh presiden yang pernah dan tengah memimpin Indonesia.
Dari ketujuh presiden, Mahathir Mohamad mengaku paling mengenal Soeharto. Ia juga memuji presiden ke-2 Indonesia itu.
Mahathir Mohamad menunjukkan respeknya terhadap Soeharto, karena bisa memimpin negara dengan belasan ribu pulau dalam waktu yang sangat lama.
Najwa Shihab kemudian menanyakan pendapat Mahathir Mohamad soal Presiden Jokowi.
PM yang dikenal lekat dengan kontroversi itu, menganggap Jokowi sebagai presiden yang sedang membangun Indonesia dengan memperhatikan politik dan ekonomi.
"Dia memerhatikan tentang politik. Bukan saja politik, tapi ekonomi, pertumbuhan ekonomi," ucapnya, dalam video yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab, Jumat (9/8/2019).
"Saya berpendapat bahwa dia membawa satu pemikiran yang baru. Tidak sama dengan (pemerintahan) yang lama," lanjutnya.
"Yang lama, maksudnya presiden-presiden sebelumnya?" tanya Najwa Shihab.
"Iya," jawab Mahathir Mohamad, sambil tersenyum dan sedikit menunduk, dengan pandangan tetap pada Najwa Shihab.
Baca Juga: PM Malaysia Mahathir: Tahniah Kepada Bapak Jokowi
PM berusia 94 tahun itu juga berbagi dengan Najwa Shihab tentang gaya hidupnya sebagai sosok yang sudah 70 tahun lebih berpolitik.
Menurut pengakuannya, meski sudah lansia, Mhathir Mohamad tetap menghabiskan lebih banyak waktunya dalam sehari untuk bekerja.
"Saya bekerja hampir 18 jam dalam satu hari," ujar PM yang akrab disapa 'Dr M' ini.
Ia mengatakan, pulang kerja sekitar pukul 6 sampai 7 malam, lalu dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan atau terkadang melakukan pekerjaannya tanpa gangguan.
"Kalau di sini diganggu dengan tamu-tamu yang datang," kata politikus senior yang biasanya mulai tidur pada pukul 11 atau 12 malam itu.
"Dari mana energi itu, di usia 94 tahun?" tanya Njawa Shihab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif
-
Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman