- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Indonesia berpotensi memimpin peradaban global karena megadiversity budaya (17.000 pulau, 1.340 suku).
- Fadli Zon memperkenalkan konsep "Out of Nusantara" sebagai tandingan teori migrasi purba, didukung bukti arkeologis 60.000 tahun lalu.
- Pencapaian film nasional yang menguasai pasar domestik (67%) dan tampil di festival internasional menjadi bukti kekuatan budaya kontemporer.
Suara.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia memiliki modalitas yang sangat besar untuk memimpin peradaban global di bidang kebudayaan.
Kekayaan luar biasa yang dimiliki tanah air, mulai dari aspek geografis hingga keragaman manusia, menempatkan Indonesia pada posisi strategis di mata internasional.
“Dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah, Indonesia disebut sebagai negara dengan megadiversity budaya yang menjadikannya berpotensi menjadi pusat kebudayaan dunia dan kekuatan besar (super power) di bidang kebudayaan,” kata Menbud Fadli Zon dalam keterangannya, sebagaimana dilansir Antara, Minggu (22/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon saat menghadiri agenda Baitul Arqom Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Di hadapan para mahasiswa, ia memaparkan visi besar mengenai posisi kebudayaan Indonesia dalam kancah sejarah dan masa depan dunia.
Dalam forum tersebut Fadli juga memperkenalkan istilah "Out of Nusantara" untuk menegaskan posisi strategis Indonesia dalam sejarah migrasi manusia. Konsep ini menjadi tandingan sekaligus pelengkap bagi teori migrasi manusia purba yang selama ini mendominasi literatur sejarah dunia.
“Selama ini dikenal teori Out of Africa. Namun bukan tidak mungkin nenek moyang Nusantara bermigrasi ke Pasifik, Australia, bahkan sampai ke Afrika,” ujar Menbud Fadli Zon.
Fadli Zon menjelaskan bahwa narasi ini didukung oleh berbagai bukti arkeologis dan ilmiah.
Sejumlah temuan menunjukkan jejak kehidupan manusia purba di Nusantara telah ada sejak 60.000 hingga 70.000 tahun lalu, sehingga membuka ruang kajian baru tentang arus migrasi manusia.
Baca Juga: Tradisi Turun-Temurun Maniliak Bulan Iringi Awal Puasa Jamaah Syattariyah
Hal ini memperkuat posisi Indonesia bukan sekadar sebagai penerima budaya, melainkan titik awal persebaran peradaban.
Selain menyoroti aspek prasejarah, Fadli Zon memberikan perhatian khusus pada peran museum sebagai pilar pelestarian dan identitas.
Ia memberikan komparasi dengan institusi museum kelas dunia yang telah berhasil menjadi magnet pariwisata sekaligus pusat ilmu pengetahuan.
Ia mencontohkan Louvre Museum di Paris, Prancis, serta sejumlah museum besar di Amerika Serikat sebagai simbol identitas budaya dan pusat edukasi publik.
“Kita berharap museum-museum di Indonesia menjadi pusat edukasi dan etalase peradaban bangsa,” kata Fadli Zon.
Visi pusat kebudayaan dunia ini juga dikaitkan dengan pertumbuhan industri kreatif kontemporer.
Fadli Zon menyinggung perkembangan industri kreatif, khususnya film nasional, yang kini menunjukkan taji di rumah sendiri dengan menguasai sekitar 67 persen pangsa pasar domestik.
Dominasi itu dianggap sebagai bukti bahwa masyarakat Indonesia semakin mencintai karya berbasis budaya lokal.
Ia menyebut film animasi Jumbo mencetak rekor penonton domestik dan film Indonesia tampil di berbagai festival internasional, seperti Berlin International Film Festival dan Cannes Film Festival.
Pencapaian di kancah global ini menjadi indikator bahwa nilai-nilai budaya Indonesia mampu diterima dan diapresiasi oleh masyarakat dunia.
“Kebudayaan adalah fondasi. Di mana pun latar belakang kita, tidak pernah bisa dilepaskan dari budaya,” kata Menbud Fadli Zon.
Di sisi lain, penguatan karakter berbasis budaya dan nilai juga menjadi fokus di tingkat pendidikan tinggi. Rektor Umsura Prof Mundakir mengatakan Program Baitul Arqom mulai tahun ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa untuk memperkuat identitas sebagai intelektual muda yang berkarakter.
Langkah ini diambil untuk memastikan kemajuan intelektual berjalan selaras dengan akar budaya dan moralitas.
Baitul Arqom Mahasiswa 2026 diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa dalam tiga gelombang (batch). Program ini dirancang untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
"Pintar itu kalau tidak berbasis pada nilai moralitas, karakter, dan akhlakul karimah, maka akan kosong. Mahasiswa harus jujur, toleran, dan peduli terhadap sesama," katanya.
Berita Terkait
-
Tradisi Turun-Temurun Maniliak Bulan Iringi Awal Puasa Jamaah Syattariyah
-
Kaesang Pangarep: Kirab Budaya PSI Hidupkan UMKM dan Seniman
-
Berkemeja Putih, Jokowi Hadiri Kirab Budaya PSI di Tegal
-
Pagelaran Sendratari Sang Kala Nyimas Gandasari Siap Tampil di TIM Jakarta
-
Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
Terkini
-
Polri Bongkar Pola TPPO Berkedok Lowongan Kerja, Korban Dipaksa Bayar untuk Pulang
-
Ratusan Botol Miras Disita Satpol PP Jakarta Utara di Awal Puasa!
-
MKD Sahkan Ahmad Sahroni Kembali Jadi Pimpinan Komisi III DPR: Tak Ada Pelanggaran Prosedur
-
Yusril Tegaskan Bripda MS Harus Diadili Pidana dan Disidang Etik atas Kematian Anak di Tual
-
Wamen HAM Mugiyanto: Oknum Brimob Aniaya Anak Hingga Tewas Pelanggaran HAM
-
Buronan Interpol Rifaldo Aquino Pontoh Aktor TPPO Jaringan Kamboja Ditangkap, Ini Tampangnya
-
Korsleting Listrik Picu Ledakan Kembang Api di Rumah Warga Sleman, 2 Sepeda Motor Hangus
-
Jangan Ada Impunitas di Kasus Tual, KPAI Desak Hukum Berat Pelaku dan Evaluasi Total SOP
-
Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK
-
Survei Indekstat: Pengangguran Masih Jadi PR Utama Pemerintah Sejak Era Jokowi