Suara.com - Pin berbahan emas yang menjadi tanda telah menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 akan dibagikan hari ini, Kamis (27/8/2019). Namun anggota DPRD DKI dari fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak akan mendapatkan pin emas itu.
Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI, M Yuliadi. Ia menyebut PSI telah menyatakan menolak pin emas tersebut. Penolakannya disampaikan secara resmi kepadanya melalui surat yang diberikan hari Kamis (23/8/2019) lalu sebelum pelantikan.
"Hari Kamis lalu mereka kirimkan surat pernyataan mengenai penolakan menggunakan pin emas," ujar Yuliadi saat dihubungi, Selasa (27/8/2019).
Karena itu, Yuliadi mengaku sudah menerima keputusan PSI dan tidak akan memberikan pin emas itu kepada partai besutan Grace Natalie itu. Meskipun tidak dapat pin emas, fraksi PSI akan diberikan pin kuningan. Namun pin tersebut masih dicari Yuliadi.
"Masih kami cari, kemarin kami cari. Hari ini dicari lagi kan mereka minta pin kuningan, bukan emas," jelas Yuliadi.
Pin emas yang tidak terpakai itu nantinya akan disimpan pihak Sekwan. Jika ada pergantian dewan nonaktif atau Pengganti Antar Waktu (PAW), pin emas milik PSI itu akan diberikan.
"Jadi pin kami simpan sebagai cadangan bilamana ada anggota yang PAW," katanya.
Sebelumnya, kader partai PSI terpilih di DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024, William Aditya Sarana menolak adanya rencana pembagian pin emas kepada tiap anggota DPRD DKI periode mendatang. Menurutnya pengadaan pin berbahan emas yang memakan anggaran senilai Rp 1,3 miliar itu adalah penghinaan terhadap publik.
William menganggap pengadaan pin yang dinilai mahal itu berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat. Warga Jakarta disebutnya masih banyak yang kesulitan secara ekonomi.
Baca Juga: Contek Era Ahok, PSI Buka Posko Pengaduan Warga di DPRD DKI
"Dengan kondisi Jakarta sekarang yang masih banyak masalah dan orang kesulitan, pin berbahan emas adalah bentuk penghinaan kepada publik," ujar William saat dihubungi, Selasa (20/8/2019).
Tag
Berita Terkait
-
Anggota DPRD DKI Jakarta yang Terhormat Dapat Pin Emas 12 Gram Hari Ini
-
LIVE STREAMING: Kerja PSI di DPRD DKI, Buka Aduan Warga dan Tolak Pin Emas
-
PSI Soal Pin Emas DPRD: Zulhas Sudah Lama Nikmati Penghamburan Uang Rakyat
-
Soal Pin Emas Anggota DPRD, Zulhas: Kalau Tidak Mau Jangan Diambil!
-
Polemik Pin Emas, PAN DKI: Kami Tak Pakai Sampai Jakarta Makmur
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Masuk Jajaran Bupati Terkaya di Jawa Tengah, Berikut Rincian Harta Kekayaan Anom Widiyantoro
-
4 Pembalap MotoGP Ini Tampil di Luar Prediksi pada Paruh Pertama Musim 2026
-
Mafia Beras Rugikan Masyarakat Rp169 Triliun, 39 Orang Jadi Tersangka
-
Bibit Siklon Tropis 94W Pemicu Hujan Lebat di Wilayah Sumatera
-
Marselino Ferdinan Bakal Main Lawan Vietnam? John Herdman Bilang Begini
-
9 Karakter Anime dengan Kisah Masa Lalu Paling Kelam, Ada Akaza hingga Guts
-
Akal Bulus Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman Lolos dari Jeratan Narkoba, Tapi Gagal
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik