Suara.com - Kerajaan Thailand baru-baru ini merilis sejumlah potret langka dan biografi selir Raja Maha Vajiralongkorn, Sineenat Wongvajirapakdi, yang baru saja dianugerahi pangkat "Chao Khun Phra", atau permaisuri mulia, pada Juli lalu, pada ulang tahun ke-67 Raja.
"Raja telah memerintahkan pembuatan biografi kerajaan untuk Chao Khun Phra Sineenat Bilaskalayani," bunyi sebuah pernyataan dari kantor kerajaan, dikutip SUARA.com dari The Guardian, Senin (26/8/2019).
Minggu lalu di situs Kerajaan, telah dipublikasikan lebih dari 60 foto dan biografi sebanyak 46 halaman minggu lalu, yang kemudian mulai viral pada Senin.
Di salah satu foto, sang permaisuri sedang mengarahkan senjata di lapangan tembak. Terdapat juga potretnya saat mengemudikan pesawat dan bersiap untuk terjun payung.
Ada pula foto ketika Sineenat mengenakan seragam kamuflase, melakukan latihan militer, menerbangkan pesawat kecil, dan tertawa dengan Raja, di mana keduanya mengenakan pakaian kasual.
Dalam salah satu foto, mantan perawat tentara 34 tahun itu ditampilkan dalam balutan busana tradisional Thailand. Ia berdiri di samping Raja Vajiralongkorn dan memegang tangannya.
The Guardian melaporkan, Sineenat adalah wanita pertama yang menjadi selir raja pada hampir seabad terakhir.
Wanita kelahiran provinsi Nan utara itu telah lulus dari sekolah perawat tentara Kerajaan Thailand, pernah mengikuti pendidikan pilot di Thailand dan di luar negeri, serta meraih pangkat jenderal utama pada Mei lalu, saat bertugas di unit pengawalan raja.
Vajiralongkorn sendiri baru saja dinobatkan sebagai raja pada Mei, dalam upacara yang berlangsung beberapa hari setelah rakyat Thailand dikejutkan pengumuman bahwa Vajiralongkorn telah menikahi Ratu Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya, mantan pramugari dan wakil komandan unit keamanan raja.
Baca Juga: Oksana Voevodina, Eks Miss Moskow Jadi Permaisuri Raja Malaysia
Suthida adalah istri keempat Raja, yang memiliki putra remaja dari pernikahan ketiganya dan enam anak lainnya.
Raja Vajiralongkorn tidak begitu dikenal oleh publik seperti ayahnya, Bhumibol Adulyadej, yang meninggal pada 2016.
Berita Terkait
-
Uji Coba di Thailand, Timnas Futsal Indonesia Pakai Jersey dari DJ Sport
-
Disembunyikan dari Istri, Rahasia Pria Ini Malah Dibongkar Kucing
-
Tak Hanya Diminum, Bubble Tea Kini Jadi Sesaji di Kuil Thailand
-
Respons PSSI-nya Thailand soal Rumor Uji Coba Lawan Timnas Brasil
-
Tanpa Eks Man City, Thailand Siapkan 33 Pemain untuk Hadapi Indonesia
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing
-
Anggota DPR Dorong 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK Demi Keadilan Pendidikan
-
Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara
-
Siapa Aipda Dianita Agustina? Polwan yang Terseret Skandal Koper Narkoba AKBP Didik Putra Kuncoro
-
ICW Sebut Wacana Jokowi Kembalikan UU KPK 2019 sebagai Upaya 'Cuci Tangan'
-
Gus Falah Bongkar Standar Ganda Jokowi Soal UU KPK: Wujud 'Cuci Tangan'
-
BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Siaga 1620 Februari
-
Jokowi Setuju UU KPK Kembali ke Versi Lama, ICW: Upaya Cuci Tangan dari Kesalahan Lama
-
DPRD DKI Dorong Penertiban Manusia Gerobak: Tidak Hanya Digusur, Tapi Diberi Pelatihan Agar Mandiri
-
Jokowi Mau UU KPK Kembali ke Versi Lama, Eks Penyidik: Publik Tak Butuh Gimick