Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dicecar Najwa Shihab soal pembatasan akses internet di Papua.
Ketika itu, pembawa acara Mata Najwa Trans 7 tersebut mempertanyakan soal 'pelemotan' akses internet yang kekinian menjadi senjata pemerintah.
"Soal pembatasan internet, ini mendapat sorotan tajam. Dan kalau melihat sebelumnya, pemerintah mengambil langkah ini di Jakarta pascapemilu. Apakah ini akan menjadi senjata negara, setiap ada kerusuhan internet dibatasi?" tanya Najwa dalam acara Mata Najwa bertajuk 'Masa Depan Papua', Rabu (4/9/2019).
Melalui teleconference, Wiranto menampik. Menurut Wiranto, pembatasan akses internet bukan senjata dan bukan cara terbaik. Bahkan, dia menyesal dan minta maaf karena telah melakukannya.
"Banyak manfaat dari internet, tetapi sayangnya internet juga bisa kita pisahkan dari komunikasi untuk kejahatan, terorisme, narkoba dan kini menyangkut riot dan hal anarkis yang menggunakan sarana serupa. Memang sangat dilematis," ujar Wiranto.
Kata Wiranto, jika internet tidak dibatasi, masalah tidak akan bisa diselesaikan bahkan lebih luas. Karena itu, imbuh Wiranto, sementara akses internet 'dilemotkan'.
"Tapi itu kan sementara, ketika keadaan sudah kondusif, nanti diaktifkan kembali. Kemarin saya sampaikan ke teman-teman wartawan, kalau ada laporan dari evaluasi di lapangan bahwa kondisi kondusif, detik itu juga internet dibuka lagi," ujar Wiranto.
Kemudian, Najwa mengonfirmasi soal pernyataan Wiranto yang akan membuka akses internet di Papua pada 5 September 2019.
"Anda kemarin sempat menyebutkan timeline, 5 September. Apakah itu artinya belum tentu besok, atau Anda akan melihat situasi lagi dan berubah lagi?" tanya Najwa.
Baca Juga: Trauma, Korban Kerusuhan Papua akan Diberikan Layanan Psikososial
Menjawab pertanyaan Najwa, Wiranto mengatakan, "tunggu dulu ya, sabar. Sabar ya, sabar. Kita kan mengatakan pelemotan kita lakukan sebagai reaksi dari aksi di lapangan yang anarkis."
Menurut Wiranto, kalau di lapangan sudah tidak lagi membahayakan, akan diaktifkan kembali. Sekarang, imbuhnya, tergantung situasi tersebut untuk mengaktifkan lagi internet.
"Tanggal 5 (September) jika keadaan kondusif, Insya Allah kita bisa buka kembali dengan catatan kondusi benar-benar dipertahankan kondusif," tutur Wiranto.
Berita Terkait
-
Trauma, Korban Kerusuhan Papua akan Diberikan Layanan Psikososial
-
Kemensos Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santunan Korban Kerusuhan Papua
-
Ditanya Soal Benny Wenda, Moeldoko: Kalau Dikomentari Nanti Makin Besar
-
Andi Arief Ragu Veronica Koman Jadi Provokator
-
Kisah Guru Muda yang Siap Mengukir Cinta di Tanah Papua
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek