Suara.com - Watimin (36), pejalan kaki dari Sabang sampai Merauke mengalami pembengkakan pada bagian betis kiri yang dialami sejak Selasa (3/9/2019) lalu. Watimin mulai merasakan nyeri saat di Bogor, Jawa Barat.
"Agak nyeri sih. Kejadiannya waktu saya istirahat di Bogor," kata Witan saat ditemui di Jalan Irigasi Kalimalang, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019) sore.
Ia mengaku sudah berjalan kaki dari Masjid Agung Aceh sekitar satu tahun. Tetapi Watimin tidak mengetahui penyebab pembengkakan pada betis.
Kondisi itu ia sadari saat kembali menempuh perjalanan mengarah ke Bekasi, Jawa Barat.
"Tiba-tiba bengkak aja," katanya.
Selama perjalannya, pria warga Cilacap, Jawa Tengah, itu berjumpa dengan relawan dari komunitas Indonesia Escorting Ambulance (IEA) yang memberikan perawatan terhadap kaki Watimin.
Salah satu relawan IEA yang turut mendampingi Watimin berjalan kaki adalah Reza.
"Pembengkakan kaki Watimin kelihatannya disebabkan oleh gigitan serangga. Tapi jenisnya belum tahu apa," kata Reza.
Penanganan medis dilakukan pihaknya dengan memberikan semprotan penghilang rasa nyeri serta membalut betis kaki kiri Watimin menggunakan perban putih.
Reza menuturkan, sepanjang perjalanan melintasi Bogor hingga Jakarta pria yang berprofesi sebagai petani itu berulang kali mengeluhkan rasa sakit di betis.
"Setiap dia merasa kesakitan, saya selalu semprotkan cairan penghilang nyeri ini," katanya.
Watimin memilih berjalan kaki dari Aceh menuju Papua sebagai visualisasi aksi mengampanyekan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan berbekal izin dari sejumlah instansi terkait dan mendapat surat keterangan sehat dari tim medis, Watimin berjalan kaki sejak setahun lalu dengan membawa spanduk bertuliskan "Pancasila, NKRI Harga Mati" yang terikat di tas ransel berwarna hijau.
Watimin menempuh perjalanan menggunakan sendal jepit karet warna hitam sambil memanggul bendera Merah Putih yang terikat di bagian ujung bambu.
"Saya mengarah ke Surabaya," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya