Suara.com - Gubernur Prefektur Aichi, Nagoya, Jepang, Hideaki Ohmura, menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019). Dalam kesempatan itu, Hideaki menyampaikan keinginannya kepada JK agar Indonesia membuka Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Nagoya, ibu kota Prefektur Aichi.
Hideaki mengatakan kedatangannya ke Indonesia terhitung untuk yang kelima kalinya. Salah satu hal yang ia sampaikan ialah keinginan dibangunnya Kantor Konsulat Jenderal di Nagoya.
"Bahwa dibukanya perwakilan kedutaan besar Indonesia atau konsulat di Nagoya. Karena saat ini baru ada dua KBRI di Tokyo dan Konjen nya di Osaka. Agar yang ketiga ditempatkan di Nagoya," kata Hideaki.
Keinginan Hideaki itu bukan tanpa alasan. Ia menjelaskan bahwa 252 perusahaan dari Prefektur Aichitelah melakukan investasi di Indonesia. Selain itu, juga setidaknya ada 7 ribu Warga Negara Indonesia (WNI) yang tercatat bermukim di Aichi.
Untuk menjaga keharmonisan daripada hubungan ekonomi antara Aichi dengan Indonesia, maka pihaknya mengajukan permintaan tersebut.
"Berkaitan dengan hal tersebut satu request yang sudah disampaikan secara resmi melalui surat yang ditandatangan saya sendiri dengan pimpinan dunia usaha yang ada di perfektur Aichi," ujarnya.
Selain itu, Hideaki juga menyampaikan bahwa Indonesia pernah mewujudkan keinginannya untuk membuka jalur maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta ke Chubu, Nagoya.
"Akhirnya terwujud. Dalam kesempatan ini saya sampaikan terima kasih saya kepada yang mulia," tutupnya.
Baca Juga: Ladang Sawit Rusak Hutan, JK: Pemerintah Lakukan Moratorium Perluasan Lahan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT