Suara.com - Partai Bulan Bintang (PBB) melihat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan semakin sulit dilalui apalagi kalau parliamentary threshold atau ambang batas parlemennya meningkat menjadi lima persen. Dengan demikian, PBB mulai memikirkan untuk bergabung dengan partai Islam lainnya.
Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra menjelaskan PBB memiliki beban agak berat ketika harus menghadapi pemilu. Oleh karenanya, Yusril mengaku sempat sempat ada pemikiran untuk bergabung dengan partai berazaskan Islam.
Namun, Yusril tidak menjelaskan wacana PKB itu dimaksudkan untuk berkoalisi atau peleburan.
"Mungkin pemilu yang akan datang (parliamentary) threshold-nya 5 persen lagi, sehingga sangat sulit bagi partai-partai ini untuk bisa bertahan," kata Yusril di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).
"Karena itu juga ada pikiran di kalangan kami untuk melakukan penggabungan antar partai-partai Islam yang ada," katanya.
Lebih lanjut, Yusril mengungkapkan bahwa gagasan itu sudah lama dipikirkan. Akan tetapi hingga kini belum ada pembahasan serius di antara partai-partai politik berideologi Islam.
"Bagaimana teknis penggabungannya, bagaimana cara penggabungannya nanti akan dibicarakan satu dengan yang lain," ujarnya.
Namun demikian, Yusril mengungkap bahwa ajakan-ajakan penggabungan partai-partai Islam tersebut memang sudah berbunyi. Dia juga menyebut kalau penggabungan tersebut mesti dibahas lebih dalam termasuk dengan aturannya dalam undang-undang.
"Ada yang mengatakan, 'sudah, PBB gabung sama PPP saja'. Jadi sudah ada keinginan-keinginan yang baik, dan kami menyambut dengan positif ajakan-ajakan itu, dan mungkin perlu kita bicarakan bersama-sama," tutur Pakar Tata Hukum Negara tersebut.
Baca Juga: PDIP: Bukan Mau Sombong, Kami Mau Hattrick Menang Pemilu 2024 Bos
"Tentu harus disesuaikan dengan ketentuan yang diatur dalam UU Parpol yang sekarang," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Yusril pun sempat meminta masukan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk langkah PBB ke depannya. JK mengatakan bahwa gagasan tersebut dinilai baik karena bisa mengumpulkan kekuatan partai-partai Islam pada pemilu berikutnya.
Yusril juga sengaja mengundang JK untuk dapat hadir di Muktamar PBB yang digelar di Belitung pada akhir September mendatang.
Berita Terkait
-
Yusril Dukung Dewan Pengawas KPK: Tak Ada Lembaga yang Luput Diawasi
-
Dukung RUU KPK, Yusril: Tidak Ada UU yang Sempurna
-
PDIP: Bukan Mau Sombong, Kami Mau Hattrick Menang Pemilu 2024 Bos
-
Hasil Kongres PDIP: Sepakat Pilpres dan Pileg Dipisah di Pemilu 2024
-
Terkait Pemilu 2024, Djarot Sebut PDIP Harus Beradaptasi Jadi Partai Modern
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!
-
22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah
-
Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang