Suara.com - Penggusuran rumah di area Gedung WarenHuis Jalan Ahmad Yani VII, Medan, Sumatera Utara, Jumat (13/9) pekan ini berlangsung ricuh. Warga yang menolak, membalas memakai berbagai cara.
Warga melawan dengan berteriak memprotes, melempar sambal, air kencing ke arah Satuan Polisi Pamong Praja.
Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rahmat mengatakan, jumlah personel yang dikerahkan pada Jumat itu sebanyak 100 orang.
Sedangkan bangunan yang akan digusur 4 rumah, terdiri dari 2 rumah berdinding tepas, dan dua rumah lainnya berdinding semen. Suasana penertiban sudah ‘panas’ sejak kedatangan mereka di lokasi sekitar pukul 09.30 wib.
Di rumah tersebut, seorang perempuan mencoba menghalangi dengan berteriak agar petugas menjauh dari kediamannya.
Perempuan itu juga sempat melemparkan panci pemasak nasi ke arah petugas. Lalu, tepung hingga sambal pun dilemparkannya ke arah petugas.
Seorang pria paruh baya berbaju biru diamankan setelah sempat mengamuk menolak rumahnya dirobohkan.
Dua rumah tepas roboh dalam waktu setengah jam. Dalam suasana ricuh, seorang petugas mengumpat karena dirinya mengaku terkena siraman air kencing.
“Kalian tak punya hati. Yang punya rumah ini kerjanya hanya tukang sapu dan kalian robohkan rumahnya,” teriak seorang perempuan ke arah petugas seperti diberitakan Kabarmedan.com—jaringan Suara.com.
Baca Juga: Tolak Penggusuran, Warga Bentrok dengan Satpol PP di Bekasi
Upaya penggusuran semakin sulit ketika petugas merobohkan dua rumah berdinding semen, yang terdapat cat logo sebuah organisasi kepemudaan.
Seorang perempuan sempat mendorong beberapa petugas Satpol PP yang hendak masuk ke dalam rumahnya. Sementara itu di dalam rumah terdapat lima orang anak, dua di antaranya laki-laki.
Kepala Satpol PP Kota Medan Sofyan memakai pengeras suara meminta agar rumah dikosongkan dan tidak menghalangi. Penghuni rumah bergeming.
Berkali-kali Satpol PP perempuan mencoba membujuk agar rumah dikosongkan namun hanya makian yang diterima. Begitu juga dengan anak-anak dari dalam rumah, sambil menangis mereka mengusir petugas.
Sekitar setengah jam upaya petugas tak membuahkan hasil, akhirnya mereka mengangkat perempuan yang duduk di pintu, sehingga petugas bisa masuk ke dalam rumah untuk menghancurkan dinding memakai martil.
Anak-anak di dalam rumah tetap menolak keluar. Petugas melubangi dinding rumah dari dalam dan luar, hingga akhirnya rumah berhasil dikosongkan.
Berita Terkait
-
Nyaris Buron Selama 5 Tahun, Penangkapan Meyer Berlangsung Dramatis
-
Duit Miliaran Rupiah Hilang di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Kapolda: Aneh
-
Lingkungan Kantor Gubernur Sumatera Utara Kerampokan, Rp 1,8 Miliar Raib
-
Wisata Halal Danau Toba Disebut Hoaks, Warganet: Salam Buat Tengku Zul
-
Tolak Digusur, Warga Bakar Ban di Jalur Puncak Bogor
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara