Suara.com - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatra Utara meringkus Robby Meyer, yang sudah menjadi buronan selama kurang lebih lima tahun. Penangkapan buronan itu berlangsung dramatis.
Robby Meyer diburu lantaran terlibat kasus penguasaan lahan seluas 5 hektare di kawasan Medan Polonia, Kota Medan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Andi Rian, mengatakan Meyer ditangkap aparat keamanan di rumahnya kawasan Karang Barombak, Kecamatan Medan Barat pada Selasa (10/9/2019) malam.
Menurut dia, penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa Meyer berada di rumah tersebut.
Kemudian, personel Subdit II Harda-Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut langsung turunkan ke lokasi, untuk menjemput DPO yang tengah berada di rumahnya itu.
Namun, ketika pintu depan rumah tersebut digedor-gedor oleh petugas kepolisian, dan tidak ada yang membuka.
"Bahkan petugas hampir menunggu selama lebih kurang 7 jam, dan sebelum dilakukan penangkapan terhadap Meyer," ucap dia.
Rian menyebutkan, sebelumnya kasus Meyer dilaporkan ke Polresta Medan tahun 2010, karena terlibat dugaan kasus pemalsuan surat, dan memberikan keterangan palsu dalam pembuatan akta autentik.
Objek lahan seluas 5 hektare itu, nilai aset kini ditaksir mencapai Rp 100 miliar. Pada tahun 2011, LP kasus tanah tersebut sempat dihentikan, namun pelapor kemudian melakukan gugatan prapradilan. Dan dikabulkan pengadilan untuk membuka kembali kasus itu.
Baca Juga: Bentrok Urut Sewu, Bupati Kebumen: Pemagaran Lahan Dihentikan
Meyer sempat beberapa kali dilakukan pemanggilan oleh petugas, namun tidak pernah hadir sehingga diterbitkan DPO pada tanggal 27 Januari 2015.
"Namun akhirnya DPO yang sudah cukup lama menghilang, berhasil kembali kita tangkap dan dibawa ke Polda Sumut," katanya.
Berita Terkait
-
Pencabul Modus Tanya Alamat Sempat Modif Motor saat Buron
-
Seret Kasir ke WC Paksa Buka Baju, Perampok Minimarket Tewas Didor Polisi
-
Situs Pemko Medan Diretas, Muncul Gambar Garuda Berdarah
-
Gegara Merasa Dibohongi, Ilham Membabi Buta Tusuk Rudi Hartono
-
Cewek Tanpa Busana Ditemukan Sudah Jadi Mayat di Kebun Timun
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi