Suara.com - Beberapa hari yang lalu warganet dihebohkan dengan ritual yang dilakukan oleh salah satu warga Desa Bender, Kecamatan Juwana Pati. Lelaki ini akrab disapa Mbah Supani (63).
Ia menggegerkan warganet, karena telah melakukan prosesi ritual tapa pendem di rumahnya pada Senin malam (16/9/19).
Dimulai dari Senin malam lepas menunaikan ibadah salat magrib, Mbah Supani dikubur hidup-hidup kurang lebih selama lima hari di liang lahad yang sudah disiapkan di dalam rumahnya.
Kini beredar video yang merekam pembongkaran kuburan Mbah Supani. Jejaring sosial Facebook milik Eni Amoorea, telah merekam detik-detik pembongkaran makam.
Hingga saat ini video ini sudah ditonton lebih dari 160 ribu kali sejak diunggah pada Jumat (20/9/19) malam.
Di dalam tiga video yang telah direkam tersebut, menampilkan proses pembongkaran tapa pendem diiringi dengan lantunan tahlil dan doa dari warga dan keluarga.
"Mbah yang dikubur dari senin sudah dibuka, alhamdulilah selamat dan sehat," tulis Eni Amoorea dalam unggahannya.
Ketika berhasil diangkat, Mbah Supani terlihat pucat diiringi dengan isak tangis dari keluarga. Dalam video juga nampak ia mengucapkan doa, yang lantas diamini oleh warga maupun kerabat yang hadir dan menyaksikan.
Warganet lantas membanjiri komentar dalam unggahan video tersebut dan menanyakan apa sekiranya manfaat dari ritual ini, seperti yang diungkapkan oleh akun Facebook Warda Kusuma berikut.
Baca Juga: Viral Aksi Tapa Pendem Mbah Supani, Dikubur Hidup-hidup 5 Hari
"Ada yg bisa bantu jawab? Sebenarnya misi & visi nya apa toh?"
Ternyata, ritual yang dilakukan Mbah Supani ini ia lakukan demi keselamatan dan kekuatan untuk dirinya beserta keluarganya.
Berita Terkait
-
Tolak UU KPK dan RKUHP, Grafiti di Gedung DPR Ini Jadi Lelucon Warganet
-
Gudang Amunisi Mako Brimob Meledak, Kapolda: Mungkin karena Korosit
-
Valentino Rossi Ditilang Polisi di Grobogan, Bikin Salah Fokus
-
Tak Bawa Uang ke Rumah, Anak ini Dirantai Orangtuanya
-
Kisah Viral Nenek Buta Jualan Roti, Kena Tipu Ekpresinya Begini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK