Suara.com - Caleg terpilih Partai Gerindra Dapil I Jawa Tengah pada Pemilu 2019, Sigit Ibnugroho Sarasprono kecewa berat atas keputusan DPP Gerindra yang memecatnya tanpa ada pemberitahuan.
Sigit juga kecewa kepada KPU yang serta merta langsung menggantikan dirinya dengan caleg lainnya, yakni Waketum DPP Gerindra Sugiono yang juga dari Dapil I Jateng.
"Karena atas hasil keputusan perdata PN Jakarta Selatan itu saya sedang mengajukan gugatan perlawanan, harusnya KPU melihat itu belum inkrah karena ada perlawan dari pihak ketiga saya itu, tapi kok KPU tetep mematahkan itu," kata Sigit saat dikonfirmasi Suara.com, Minggu (22/9/2019).
Sigit mempertanyakan atas keputusan partai, bahwa atas putusan PN Jaksel tidak pernah ada menyatakan dilakukan pemecatan. Hanya mengatakan langkah partai untuk mengambil tindakan administrasi atas putusan PN Jaksel.
"Sedangkan pemecatan itu seperti apa? Tidak ada panggilan, tidak klarifikasi, tidak ada Mahkamah Kehormatan, tidak ada apa-apa, tahu-tahu dipecat sepihak," ucapnya.
Sigit mengaku namanya dan tiga rekan lainnya dipecat juga informasi dari KPU, saat itu dia melihat di website KPU nama-nama caleg terpilih yang akan dilantik pada 1 Oktober 2019, komposisinya berubah.
"Saya tanya KPU, KPU malah menunjukan surat dari DPP Gerindra soal nama-nama pengganti dan lampiran surat pemecatan kami berempat. Ini yang benar saja, kita dipecat karena apa, ini arogansi sekali. Partai model apa ini?" katanya.
Karana itu, rencananya Sigit pada Senin (23/9/2019) besok akan menggugat DPP Gerindra atas pemecatan tersebut, dan menggugat KPU di PTUN Jakarta Selatan. Dia akan menggugat bersama-sama tiga rekan lainnya yang bernasib sama.
"Jadi ini sedang menyusun surat gugatan buat besok pagi kita harus masukan semua untuk mengambil putusan sela. Jadi saya minta putusan sela dari PTUN, status quo dulu dong, ini masih sengketa jangan dilantik semua, kan begitu," katanya.
Baca Juga: Warga Garut Protes Mulan Jameela Jadi Caleg DPR RI
Selain itu, buntut dari pemecatan dan digantinya nama Sigit Ibnugroho Sarasprono dengan caleg terpilih lainnya oleh DPP Gerindra, sejumlah massa menggeruduk Kantor DPC Partai Gerindra Kota Semarang.
Mereka secara spontan melucuti atribut partai berlambang Garuda yang menempel pada bangunan kantor.
Diketahui kejadian pelucutan pada Sabtu (21/9/2019) malam sekira pukul 21.00 WIB. Dalam video massa melucuti semua atribut stiker yang ada di kaca kantor DPC.
Pantauan Suara.com di Kantor DPC Gerindra Kota Semarang di Jalan Durian Raya Nomor 35 Semarang, Minggu (22/9/2019), suasana kantor DPC Gerindra sepi dengan kondisi gerbang besar dikunci rapat. Tidak ada satu pun atribut partai milik Prabowo Subianto itu melekat lagi.
Termasuk papan banner besar Partai Gerindra yang ada di atas gerbang juga sudah tidak ada lagi. Hanya tersisa nisan prasasti peresmian di tembok yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, tertanggal 23 Juli 2017.
"Ya saya dikabari itu (pelucutan), posisi saya lagi Jakarta. Saya juga bisa memahami kekecewaan mereka, mereka pada marah, copot stiker dan atribut, yang penting tidak memecahkan kaca," kata Sigit.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji