Suara.com - Sekelompok mahasiswa berjas almamater berjalan menyusuri ruang tunggu di sisi jalur kereta di Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.
Momen itu direkam oleh pengguna akun Instagram @gilangfiqri_16 dan diunggah sebagai story pada Selasa (24/9/2019) siang.
Tak lama kemudian, akun @jktinfo mengunggah ulang video tersebut ke profil Instagram-nya.
Pemandangan tersebut rupanya memukau para penumpang kereta yang berdiri di ruang tunggu seberangnya.
Suara tepuk tangan dan sorakan dari para anker, sebutan populer 'anak kereta', pun terdengar dalam video itu.
Berdasarkan keterangan @jktinfo, barisan mahasiswa berjas biru itu sedang menuju titik kumpul aksi unjuk rasa.
"Selasa (24/9) Suasana di Stasiun Manggarai di mana tampak para #anker memberikan tepuk tangan bagi mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi," tulisnya.
Banyak warganet yang mengaku merinding menonton video tersebut. Mereka tampaknya mendukung demo mahasiswa di depan Gedung DPR.
"Asli merinding," koemnatr @ekasaripuspa.
Baca Juga: Aksi Demo Mahasiswa UP: Kuliah Pindah ke DPR, Kosongkan Kampus!
"Kok aku merinding ya... kalian semangat ya adik-adik. Doa kami bersamamu," ungkap @susiesalwa.
"Merinding sumpah, semangat kawan suarakanlah apa yang seharusnya disuarakan!" tambah @nand.oy.
Belum diketahui pasti dari universitas mana sekelompok mahasiswa tersebut. Beberapa dugaan warganet antara lain Universitas Pamulang (Unpam), Universitas Pancasila (UP), hingga Bina Sarana Informatika (BSI).
Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jakarta, Senin (23/9/2019). Aksi berlangsung sampai malam hingga belasan mahasiswa berhasil merangsek masuk ke area dalam Gedung DPR RI, dengan memanjat gerbang utama.
Menurut keterangan musikus Ananda Badudu, ada lima tuntutan dari para mahasiswa dan masyarakat yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR:
1. Batalkan UU KPK, RUU KUHP, Revisi UU Ketenagakerjaan, UU Sumber Daya Air, RUU Pertanahan, RUU Pertambangan Minerba, UU MD3 serta sahkan RUU PKS, RUU Masyarakat Adat dan RUU Perlindungan Data Pribadi.
2. Batalkan hasil seleksi calon pimpinan KPK.
3. Tolak dwifungsi Polri.
4. Selesaikan masalah Papua dengan pendekatan kemanusiaan.
5. Hentikan Operasi Korporasi yang merampok dan merusak sumber-sumber agraria, menjadi predator bagi kehidupan rakyat, termasuk mencemari udara dan air sebagai karunia Tuhan YME, seperti halnya kebakaran hutan, yang saat ini terjadi di Sumatra dan Kalimantan, dan pidanakan pihak yang terlibat.
Berita Terkait
-
Mahasiswa Bekasi Mulai ke Jakarta, Mau Geruduk Gedung DPR
-
Aksi Mahasiswa Jabar di DPR: Tak Ada Penyusup, Apalagi Dibayar
-
Tolak UU KPK, Ribuan Mahasiswa Blokir Akses Jalan ke Gedung DPRD Sumsel
-
Tak Kapok Digebuk Polisi, Mahasiswa Geruduk Lagi Kantor DPRD Jabar
-
Ada Bagi-bagi Nasi Bungkus di Demo Mahasiswa Depan DPR, Lauknya Tempe Orek
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran