Suara.com - Kondisi Mahasiswa Universitas Al Azhar Faisal Amir (21) berangsur membaik. Ia juga sudah bisa diajak berbicara.
Kabar tersebut disampaikan kakaknya, Rahmat Ahadi, melalui Instagram pada Kamis (26/9/2019) pukul 10 pagi.
"Faisal sudah bisa diajak berbicara sedikit-sedikit," tulisnya.
Namun, ketika melihat Rahmat, Faisal bertanya pada orang di sekitarnya, siapa pria itu.
"Ini siapa? Mas Rahmat. Kata Faisal ke saya," lanjut Rahmat.
Tak hanya abangnya sendiri, Faisal, kata Rahmat, juga sama sekali tidak ingat dengan demo yang ricuh pada Selasa (24/9/2019) lalu.
Kondisi ingatan Faisal itu diketahui Rahmat setelah suster menceritakan percakapan Faisal dengan ibunya pagi tadi.
"Kata suster dia tidak ingat apa-apa ketika ditanya mama tadi pagi tentang kejadian kemarin Selasa," terang Rahmat.
Ia juga mengabarkan bahwa saat ini Faisal masih harus dipasangi selang untuk makan, sedangkan keadaan tubuhnya sudah normal.
Baca Juga: Pelajar Demo di DPR Rusuh, Anies: Jangan Sampai Ada Anak yang Hilang
Menurut keterangan Rahmat, kemungkinan pada Sabtu nanti Faisal dipindah dari ruang ICU ke kamar rawat inap.
Faisal menjadi korban demo rusuh di depan Gedung DPR, Selasa (24/9/2019) malam. Karena tembakan gas air mata dari aparat kepolisian, mahasiswa lari kocar-kacir.
Pada saat bersamaan, rekan sesama mahasiswa di lokasi menemukan Faisal terkapar dengan luka pendarahan, lalu dibawa ke RS Pelni.
Faisal mengalami pendarahan di bagian kepala. Selain itu, bahu dan tangannya juga mengalami patah tulang.
Berita Terkait
-
Gelombang Baru Demo di DPR, Wiranto: Suporter Bola dan Ojek akan Disasar
-
Korban Demo Mahasiswa Rusuh di DPR, Faisal Amir Sudah Membaik
-
Brimob Serang Wartawati saat Liput Demo, Digebuk Tameng dan HP Dibanting
-
Anak STM Geruduk Gedung DPR dan 4 Berita Kelanjutan Demo Mahasiswa Lainnya
-
Aktivis 98 Apresiasi Aksi Mahasiswa 2019: Autentik, Lucu Tapi Militan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!