Suara.com - Polda Metro Jaya membantah pernyataan musisi Ananda badudu terkait mahasiwa yang ditangkap mendapatkan perlakuan secara tidak etis. Mahasiswa yang ditahan itu buntut aksi unjuk rasa berujung rusuh di gedung DPR RI beberapa hari lalu.
Terkait itu, Subdit Resmob Polda Metro Jaya menghadirkan dua orang mahasiwa yang diamankan. Mereka adalah mahasiswa Universitas Padjajaran bernama Hatif Adlirrahman dan mahasiswa UIN Jakarta bernama Nabil Bintang.
Dua mahasiswa tersebut diringkus seusai viral di media sosial. Hatif diketahui membawa tameng milik Polri.
Sementara, Nabil ditangkap seusai membawa handy talky milik aparat kepolisian yang sedang melakukan pengamanan. Bahkan, Nabil mengakui mendapat transferan dana sebesar Rp 10 juta dari Ananda.
Kanit 4 Subdit Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richar mengatakan keterangan Ananda salah. Kekinian, kedua mahasiswa itu telah dikembalikan ke orang tuanya.
"Bahwa keterangan itu kami katakan salah dan tak berdasar karena dari beberapa mahasiswa yang sudah diamankan PMJ sudah dipulangkan semuanya, dikembalikan ke keluarga masing-masing dan dilakukan pembinaan," kata Rovan di Polda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019).
Menurut Rovan, eks personel Banda Neira itu hanya melihat kedua mahasiswa tersebut pada saat menjalani pemeriksaan sebagao saksi. Pagi tadi, Ananda dimitai keterangan ihwal dugaan menggalang dana untuk aksi demo mahasiswa di DPR RI.
Rovan menuturkan, jika Nabil dan Hatif mendapatkan pendampingan hukum selama proses pemeriksaan. Dirinya juga memperlihatkan surat kuasa pendampingan hukum terhadap keduanya.
"Kami bicara berdasarkan bukti bahwa mahasiswa ada pedampingan," papar Rovan.
Baca Juga: Pengacara: Pelapor Dandhy Laksono Diduga Anggota Polisi Berpangkat Bripda
Pengakuan Mahasiswa
Pada kesempatan tersebut, Nabil memberikan keterangan ihwal penangkapan yang merundungnya. Mahasiswa UIN Jakarta tersebut mengakui jika perbuatannya saat aksi di Gedung DPR adalah hal yang salah.
Bahkan, Nabil malah buka suara ihwal koordinator aksi mahasiswa yang meninggalkan aksi dan memilih hadir di acara Indonesia Lawyer Club di TV One.
"Justru saya menyayangkan rekan-rekan kordinator aksi, presiden mahasiswa yang tega meninggalkan rekan-rekannya demi tampil di media dan ILC. Begitupun kondisi saat Selasa kemarin, banyak sekali rekan-rekan mahasiswa yang tidak didampingi presiden BEM demi tampil di ILC," ujar Nabil.
Terkait pernyataan Ananda, Nabil mengaku jika di Gedung Resmob tak ada mahasiswa lagi. Nabil menyebut hanya ia dan Hatif yang masih menjalani pemeriksaan terakhir.
"Mungkin yang dilihat Ananda tersangka tindak pidana lain yang satu ruangan dengan Hatif," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%