Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai kekerasan dan kriminalisasi terhadap jurnalis menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia dalam ancaman. AJI meminta semua pihak untuk peduli terhadap ancaman demokrasi.
Koordinator aksi solidaritas atas penangkapan dan penetapan tersangka terhadap jurnalis Dandhy Dwi Laksono, Jackson Simanjuntak menuturkan hal itu manjadi alasan pihaknya menggelar aksi solidaritas jalan mundur sebagai bentuk kemunduran demokrasi di Indonesia.
Ia menilai ketika kebebasan berpendapat dan pers telah dibungkam maka semua pihak sudah semestinya bergerak dan mengecam bentuk ancaman terhadap demokrasi di Indonesia.
"Untuk itu kami AJI Jakarta mau mengajak semua media, semua orang untuk aware bahws negara saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Karena itu lonceng tanda bahaya telah kita nyalakan dan kita harys bersama-sama melawan bentuk kriminalisasi terhadap pers, hentikan kekerasan terhadap pers," kata Jackson di Bundaran Hotel Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2019).
Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia, Sasmito mengungkapkan, dalam beberapa pekan belakangan ini setidaknya ada 14 kasus kekerasan yang dialami jurnalis di beberapa daerah. Satu di antaranya yakni kriminalisasi terhadap Dandhy Laksono.
"Jadi ini kita menilai sebagai bentuk teror. Kita mendesak kepolisian untuk mengentikan semua teror dan kriminalisasi terhadap jurnalis," ujar Sasmito.
Dari 14 kasus kekerasan yang dialami jurnalis di berbagai daerah. Sasmito menyebut setidaknya ada sembilan kasus yang diduga kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum aparat kepolisian.
"Kita berharap pihak kepolisian mengusut kasus ini tanpa ada laporan pun itu harus diusut. Karena, kekerasan terhadap jurnalis bukan delik aduan. Jadi teman-teman kepolisian bisa langusng mengusut tanpa adanya laporan," tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam AJI Jakarta menggelar aksi solidaritas jalan mundur sebagai bentuk protes atas penetapan tersangka terhadap jurnalis Dandhy Dwi Laksono. Aksi solidaritas jalan mundur dilakukan sebagai simbol kemunduran demokrasi di Indonesia.
Baca Juga: Jurnalis Diintimidasi Aparat, Fahri Hamzah: Harusnya Dilindungi
Dari pantauan Suara.com, Minggu (29/9/2019) sejumlah wartawan yang tergabung dalam AJI Jakarta menggelar aksi solidaritas jalan mundur mengelilingi Bundaran Hotel Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat.
Mereka membawa sebuah kentungan dan melakukan aksi solidaritas jalan mundur seraya membawa sejumlah poster yang diantaranya bertuliskan 'Stop Kriminalisasi Jurnalis' dan 'Penjara Hanya untuk Koruptor Bukan untuk Orang yang Berpandangan Lain'.
Berita Terkait
-
Aksi Jalan Mundur Desak Polisi Hentikan Kasus Dandhy Laksono
-
Dandhy Laksono Jadi Tersangka, AJI Jakarta Gelar Aksi Jalan Mundur di HI
-
Sindir Polisi Soal Kartu Pers Kecil, AJI Surabaya: Kalau Gede, Spanduk
-
Polda Akui Pelapor Kasus Dandhy Laksono adalah Polisi Berpangkat Bripda
-
Pengacara: Pelapor Dandhy Laksono Diduga Anggota Polisi Berpangkat Bripda
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun