Suara.com - Sebuah mobil sedan baru saja viral dan menghebohkan warga Malaysia karena berkeliaran di jalanan kota. Bagaimana tidak, penampilan mobil ini jauh dari kata bagus, dan lebih cocok disebut sebagai mobil rongsokan.
Pintunya nyaris terlepas, kaca yang tak utuh, jok tempat duduk yang usang, dan kondisi badan mobil yang penuh dengan coretan. Orang-orang begitu penasaran siapa pemilik dari mobil yang kini berada di jalanan Malaysia ini.
Melansir dari laman World of Buzz, Jumat (27/9/19), sebuah grup Facebook bernama Aurizn Malaysia mengunggah detail mobil ini. Rupanya, pengemudi misterius ini diduga berasal dari Penang dan keluarganya sekarang tinggal di Kuala Lumpur.
Sebelumnya ia terlihat di kawasan Raub, dimana ayahnya membeli dan tinggal di perkebunan karet di daerah itu. Maka dari itu, orang-orang yang tinggal di Raub sudah tidak heran dengan legenda sedan rongsokan ini.
Dalam sebuah wawancara dengan Sin Chew Daily, seorang mekanik yang mengenal ayah pengemudi misterius itu mengatakan bahwa ia pernah beberapa kali bertranksasi jual mobil dengannya, salah satunya adalah mobil yang dipakai anaknya itu. Ayahnya mengatakan bahwa saat itu anaknya membutuhkan mobil untuknya sendiri.
Menurut mekanik itu, pengemudi sedan rongsokan ini berusia 40 tahun. Ia belajar di Singapura, bahkan bisa menggunakan Bahasa Inggris dengan lancar. Namun dikarenakan menderita penyakit mental, ia terus mengendarai sedan bobrok ini mengelilingi Malaysia.
Banyak orang berfikir bahwa lelaki ini mungkin tidak mempunyai uang untu membeli mobil baru. Namun stigma itu ditepis oleh seorang penjual mie yang mengenal pengemudi sedan itu. Pada 2016 lalu, pengemudi itu pernah mengunjungi kiosnya. Penjual mie mengatakan bahwa pengemudi itu memiliki tanah di Raub dan selalu membayar dengan setumpuk uang.
"Dia terlihat sangat normal," ungkapnya.
Setelah pengemudi misterius itu meninggalkan Raub, ia mendengar kabar bahwa pengemudi misterius itu menjadi viral.
Berita Terkait
-
Segrup dengan Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20, Ini Respons Pelatih Malaysia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
China Dominasi Malaysia Masters 2026 dengan Tiga Gelar Juara
-
Demi Konten Viral, Tren Kelulusan Sekolah Pakai Lagu Kicau Mania Disentil Netizen Malaysia
-
Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!
-
Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah
-
Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli
-
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati