News / Nasional
Selasa, 13 Januari 2026 | 23:15 WIB
Beneficial owner Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Sidang ke-14 Muhammad Kerry Adrianto Riza terkait dugaan tata kelola minyak Pertamina telah dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
  • Sebanyak 38 saksi jaksa telah dihadirkan, namun tidak ada satupun yang menyebut Kerry bersalah melanggar dakwaan.
  • Pernyataan Kerry ini disampaikan melalui surat yang dibacakan pengacaranya Heru Widodo pada sidang hari Selasa (13/1/2026).

Suara.com - Beneficial owner Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza menyatakan, sidang perkara dugaan tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina yang menjeratnya sebagai terdakwa telah memasuki sidang ke-14.

Namun, Kerry menyebut, 38 saksi yang telah dihadirkan jaksa ke ruang persidangan Pengadilan Tipikor Jakarta, tidak ada satu pun yang menyebutnya bersalah.

Hal itu disampaikan Kerry melalui surat yang dibacakan pengacaranya, Heru Widodo sesuai persidangan, Selasa (13/1/2026).

Surat itu dibacakan Heru karena Kerry tidak diberikan kesempatan oleh kejaksaan untuk menyampaikannya secara langsung kepada awak media.

"Teman-teman, hari ini adalah sidang ke-14 saya. Dan dari seluruh persidangan, 38 saksi sudah dipanggil jaksa dan tidak ada satu pun yang bilang bahwa saya melanggar hukum seperti yang ada di dakwaan saya," kata Heru membacakan surat Kerry.

Kerry mengajak masyarakat untuk melihat perkara yang menjeratnya secara utuh berdasarkan fakta persidangan dan bukan fitnah.

Untuk itu, Kerry mengajak masyarakat menyaksikan secara penuh proses persidangan yang diunggah akun kanal YouTube tim pengacarannya dengan nama akun @Tim Penasehat Hukum Kery Gading Dimas.

"Mari kita membuat sikap berdasarkan fakta, bukan fitnah dan informasi yang tidak jelas," katanya.

"Terima kasih, salam dari Kerry yang tidak bisa secara langsung menyampaikan kepada media," kata Heru menambahkan.

Baca Juga: Hadiah Raja Saudi ke Jokowi Jadi Bancakan, Kisah Skandal Kuota Haji Bermula

Load More