Suara.com - Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinsial AB, menjadi salah satu dari lima orang yang ditangkap polisi karena diduga merancang kericuhan demonstrasi dengan menyiapkan bom molotov.
Mabes Polri menyatakan kelima orang tersebut masih menjalani proses penyelidikan dan hasilnya akan diumumkan Polda Metro Jaya.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri mengatakan bahwa saat ini kelima terduga itu masih diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya. Kalau semua proses serta alat buktinya menunjang, pihak kepolisian akan segera mengumumkan status hukum lima orang tersebut.
"Nanti akan disampaikan, termasuk statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan, kemudian status seseorang menjadi tersangka akan disampaikan oleh Polda Metro Jaya," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/9/2019).
Untuk saat ini, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan apapun terkait lima orang tersebut termasuk keterlibatan dosen IPB. Dedi menyebut bahwa hingga saat ini Polda Metro Jaya masih mengutamakan azas praduga tak bersalah.
"Dalam hal ini PMJ (Polda Metro Jaya) tetap utamakan azas praduga tak bersalah kemudian nanti akan disampaikan oleh Kapolda secara komprehensif," tandasnya.
Untuk diketahui, Polda Metro Jaya dikabarkan menangkap lima orang yang diduga merancang kericuhan sebuah demonstrasi dengan menyiapkan sejumlah bom molotov. Satu di antaranya yakni berinisial AB yang diduga merupakan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB).
Selain AB, empat terduga lainnya yakni berinisial YF, AU, OS dan SS. Mereka diamankan di wilayah Kota Tangerang.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Kota AKBP Dicky Ario Yustisianto pun membenarkan penangkapan lima orang tersebut. Menurut Dicky, penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Dosennya Disebut Otak Rencana Kerusuhan, Ini Tanggapan IPB
"Polres hanya backup, semua giat dilakukan oleh Jatanras Krimum PMJ dan Densus 88. Kami juga tidak diperbolehkan utk mengambil dokumentasi," kata Dicky saat dikonfirmasi, Minggu (29/9/2019).
Berita Terkait
-
Hendak Ikut Demo di DPR, Mobil Komando KASBI Sempat Ditahan
-
Sekolah di Yogyakarta Keluarkan Edaran Larang Siswa Ikut Gejayan Memanggil
-
Gejayan Memanggil 2, Ratusan Mahasiswa Mulai Berdatangan
-
Tameng, Tongkat Kayu dan Baracuda Menunggu Mahasiswa di Depan Gedung DPR
-
Polisi Bentuk Tim Investigasi Tragedi Tembak Mati 2 Mahasiswa di Kendari
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta