Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memprediksi gelombang demonstrasi penolakan terhadap RUU bermasalah akan bergulir hingga 1 Oktober 2019 besok. Untuk itu, pemerintah memutuskan untuk memperketat pengamanan agar tak menjadi kerusuhan.
Wiranto mengatakan pengamanan akan diperketat karena ada dua agenda nasional yang bertabrakan dengan agenda demonstrasi tersebut.
"Pertama pengamanan acara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober besok, kedua juga perlu kita mengambil langkah yang pasti dan terencana dengan mengantisipasi berbagai kemungkinan untuk mengamankan pelantikan anggota DPR RI terpilih 2019-2024, itu satu hal yang perlu kita waspadai," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).
Maka dari itu, dia mengingatkan kepada mahasiswa dan seluruh kelompok masyarakat yang akan melakukan aksi demonstrasi untuk tidak menggangu dua agenda penting negara tersebut dengan berbuat kerusuhan.
Mantan Ketum Partai Hanura itu menyebut demonstrasi atau mekanisme penyampaian pendapat di muka umum sudah diatur di dalam undang-undang sehingga peserta demo wajib mengikuti aturan tersebut jangan tidak berbuat rusuh.
"Maka sebenarnya aparat keamanan tidak lagi melaksanakan langkah-langkah anti-demonstrasi, tapi anti-kerusuhan," ucap Wiranto.
Wiranto menambahkan, berdasakan catatan Kemenkopolhukam dengan Polri dan TNI, untuk hari ini saja sudah ada 84 aksi demonstrasi yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, angka itu akan meningkat di hari pelantikan DPR RI besok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra