Suara.com - Tol Dalam Kota Jakarta beroperasi secara normal pagi ini usai aksi demonstrasi massa kemarin. Hal tersebut telah dipastikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk Regional JabodetabekJabar.
"Setelah memastikan kondisi lajur aman dan dapat dilintasi, atas diskresi kepolisian pukul 04.35 WIB Tol Dalam Kota dari Cawang - Slipi dapat dibuka," kata Marketing and Communication Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Regional JabodetabekJabar, Irra Susiyanti, Selasa (1/10/2019).
Sementara arah sebaliknya dibuka mulai pukul 04.40 WIB.
Irra mengatakan, usai demonstrasi di sekitar Gedung MPR/DPR dan Palmerah kemarin, sebelumnya berdampak pada pengalihan lalu lintas Tol Dalam Kota yang menuju lokasi demonstrasi di kedua arah.
"Petugas Jasa Marga segera melakukan pembersihan dan memastikan kondisi jalan tol sudah dapat dilintasi pengguna jalan dengan aman," katanya.
Hingga pukul 05.00 WIB, Jalan Tol Dalam Kota (Cawang - Slipi) kedua arahnya dapat dilintasi kendaraan.
Gerbang Tol Semanggi-Pancoran yang sebelumnya terdampak penutupan pun telah dioperasionalkan secara normal.
"Sejak jam 04.30 WIB GT Semanggi-Pancoran sudah kita buka normal lagi," kata petugas Sentral Komunikasi Jasa Marga, Rico sebelumnya.
Pantauan melalui National Traffic Management Center (NTMC) Polri dilaporkan polisi telah mensterilkan seluruh lintasan Tol Dalam Kota Jakarta dari sejumlah batu maupun benda yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Baca Juga: Kerusuhan Pecah di Slipi, Mobil Terjebak di Jalan Tol Dalam Kota
"Ada beberapa pembersihan batu-batu yang digunakan para perusuh di sepanjang Jalan Tol Semanggi-Slipi," tulis admin TMC Polda Metro pukul 23.57 WIB. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya