Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut dalam kegiatan membatik bersama 500 peserta di Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (4/10/2019).
Dalam kegiatan tersebut peserta diberikan dua pilihan jenis batik, yaitu membatik dengan cara tulis atau yang dikenal dengan batik tulis dan juga batik cap.
Pada kesempatan itu, mantan Wali Kota Solo itu membatik menggunakan batik cap. Sebuah alat cap disiapkan oleh panitia di samping selembar kain putih yang sudah diletakkan di meja. Sebelum ditempelkan pada kain atau dicapkan, terlebih dahulu alat cap dicelupkan pada lilin batik atau malam yang sudah dipanaskan.
Meski terlihat kaku, tetapi perlahan Jokowi tampak luwes saat mengecapkan alat cap pada kain putih yang ada. Tidak hanya sekali Jokowi mengecapkan cap batik pada kain. Bekas Gubernur DKI Jakarta itu terus mengulanginya hingga lebih kurang sembilan kali.
Batik yang dibuat oleh Presiden Jokowi atau motif Sekar Jagad. Motif ini memiliki filosofi sebagai bunga dunia. Sekar berarti bunga dan jagat adalah dunia. Motif ini juga menjadi motif yang paling digemari selain motif truntum, sogan, kawung, parang dan juga motif batik lainnya.
Usai membatik, Jokowi menyampaikan, dirinya sangat bangga ketika batik menjadi salah satu muatan lokal di SMK.
"Tadi saya sempat tanya anak SMK katanya batik sudah menjadi muatan lokal. Dan dalam seminggu setidaknya siswa mendapatkan pelajaran membatik," katanya.
Jokowi berharap, pelajaran membatik ini semakin masif dikenalkan kepada generasi penerus. Sehingga, para pelajar bisa lebih mengenal batik.
"Batik di tingkat SMP, SMA dan juga SMK. Mengenalkan sejak awal mengenai batik dan filosofinya. Kita memiliki ribuan motif batik Yang mulai satu persatu diperkenalkan kepada anak-anak muda," ungkapnya.
Baca Juga: Relawan Usul Pelantikan Presden - Wapres Dimajukan, Jokowi: Tanya MPR
Kontributor : Ari Purnomo
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel
-
Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah
-
Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan