Suara.com - Aktivis dan pengamat politik Rocky Gerung mempertanyakan upaya pemerintah dalam memberantas hoaks yang bertebaran di media sosial.
Menurut Rocky Gerung melalui cuitan di akun Twitter pribadi @, upaya pemerintah untuk memberantas informasi bohong di media sosial bakal berbuntut sia-sia.
Sebab, menurut Rocky, keberadaan buzzer seolah dilegalkan jika pemerintah terbukti memang pernah menggunakan jasa para buzzer tersebut.
"Bila istana menggaji buzzer, maka tak ada lagi alasan membasmi hoax. Legaaaal, Ndro," cuit Rocky Gerung pada Minggu (6/10/2019).
Sebelum mengunggah cuitan itu, Rocky juga mengunggah laman artikel yang memuat pernyataan pemerintah yang menyebutkan mereka tidak membutuhkan para buzzer.
Sekadar informasi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut aktivitas para buzzer pendukung Presiden Jokowi di media-media sosial justru merugikan kepala negara.
Ia mengimbau agar para buzzer atau pendukung Jokowi di media-media sosial membangun situasi yang positif, bukan sebaliknya dan merugikan.
"Emosi yang terbangun para buzzer itu merugikan. Jadi ya yang perlu dibangun emosi positif lah," ujar Moeldoko di Jakarta, Jumat (4/9/2019).
Mantan Panglima TNI itu menuturkan, para buzzer bergerak tidak dalam satu komando, melainkan masing-masing.
Baca Juga: Disindir Cuma Lulusan S1, Ruhut Sitompul Disekakmat Rocky Gerung
Kendati demikian, ia sudah berkomunikasi dengan influencer dan tokoh-tokoh relawan pendukung Jokowi agar menggunakan bahasa yang baik dan tidak saling menyakiti melalui media sosial.
"Saya juga berbicara (kepada buzzer), sudahlah, kita bangsa besar yang harus saling gotong-royong dalam segala hal. Bahkan dalam membangun perasaan bersama juga perlu gotong-royong. Kalau enggak nanti repot," kata dia.
Lebih jauh Moeldoko menilai, buzzer kekinian tak lagi diperlukan. Yang diperlukan adalah dukungan politik, tapi bukan bertipe destruktif.
"Kalau buzzer selalu melemparkan kata-kata yang tidak enak didengar, tidak enak di hati, nah itulah destruktif. Seperti itu sudah tak diperlukan. Semangat mendukung idolanya tetap dipertahankan, tapi semangat untuk membangun kebencian harus dihilangkan," kata Moeldoko.
Ketika ditanya apakah para buzzer perlu ditertibkan saat ini, Moeldoko mengatakan pihaknya tak memunyai kemampuan tersebut.
"Sebab mereka bergerak tanpa dikomando. Tidak ada struktur sama sekali,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Serang Balik Buzzer, Said Didu: Saya Dicopot Karena Kritis
-
Disindir Cuma Lulusan S1, Ruhut Sitompul Disekakmat Rocky Gerung
-
Rocky Gerung Sebut Ruhut Sitompul Dungu, Dibalas Julukan 'Raja Dungu'
-
Tengku Zul: Periode Kedua Belum Dimulai Tapi Buzzer Sudah Dibuang, Kasihan
-
Ogah Puji Kebijakan Pemerintah, Rocky Gerung: Saya Gaji Dia untuk Itu
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam