Suara.com - Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menjelaskan kronologis awal penangkapan Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara (AIM), hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara.
Basaria menyebut tim penindakan awalnya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa akan ada penyerahan uang kepada pejabat di Kabupaten Lampung Utara, pada Minggu (7/10/2019).
"Informasi dari masyarakat mengenai akan adanya penyerahan sejumlah uang kepada Bupati (Agung), tim langsung bergerak ke rumah Dinas Bupati dan menangkap RSY (Rasyid, orang kepercayaan Bupati) sekitar pukul 18.00 WIB," ujar Basaria di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).
Tim penindakan kata Basaria, sempat mengalami kendala saat ingin mengamankan Bupati Lampung Utara, Agung. Hingga akhirnya Agung diamankan sekitar pukul 19.00 WIB.
"Di Rumah Dinas Bupati, dari kamar AIM (Agung) tim mengamankan uang sebesar Rp 200 juta," ujar Basaria.
Basaria menuturkan, setelah itu tim menuju rumah Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Wan Hendri sekitar pukul 20.00 WIB. Secara terpisah, tim lain bergerak ke rumah SYH, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya sekitar pukul 20.35 WIB,
"Dari SYH, tim mengamankan uang Rp 38 juta yang diduga terkait proyek," ujar Basaria.
Kemudian, secara paralel, tim lain mengamankan RGI, pihak swasta di rumahnya pada pukul 21.00 WIB.
"Tim juga kembali mengajak Rasyid orang kepercayaan Bupati ke rumahnya dan mengamankan uang sebesar Rp 440 juta pada 00.12 WIB," kata Basaria.
Baca Juga: Bupati Lampung Utara Kena OTT KPK, Begini Tanggapan Mendagri
Tim kemudian mengamankan CHS, pihak swasta pada Senin dini hari pukul 00.17 di rumahnya. Terakhir, tim mengamankan FRA, sekitar pukul 00.30 WIB.
"Dari FRA, tim mengamankan uang Rp 50 juta yang diduga terkait proyek," ujar Basaria
Setelah itu, ketujuh orang yang diamankan tersebut langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, pada Senin (7/10/2019) pagi, melalui jalur darat, dilanjutkan permintaan keterangan.
Kemudian, pada Senin pagi, HWS, pihak swasta menyerahkan diri ke Polres Lampung Utara pada sekitar pukul 08.00 WIB.
Pihak Polres Lampung Utara kemudian membawa HWS ke Polda Lampung. Tim Polda Bandar lampung kemudian mengantarkan WHS ke Gedung Merah Putih KPK dan tiba pukul 18.30 WIB
Sehingga, total dugaan OTT tim penindakan KPK terkait dua proyek tersebut mencapai ratusan juta
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata