Suara.com - Presiden Jokowi akan dilantik untuk melanjutkan periode keduanya pada 20 Oktober 2019, bersama Wakil Presiden Maruf Amin.
Diberitakan The Sydney Morning Herald, Senin (7/10/2019), acara pelantikan itu akan dihadiri Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison.
Scott Morrison dikabarkan akan menginap dua hari di Jakarta untuk menghadiri pelantikan kedua Jokowi. Kunjungan tersebut pun akan menjadi yang kedua dalam setahun.
Kunjungan Scott Morrison ini merupakan lanjutan dari tradisi diplomatik para PM Australia untuk hadir di pelantikan presiden Indonesia.
Tradisi dimulai pada 2004 ketika John Howard menghadiri pelantikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kemudian, pelantikan kedua SBY pada tahun 2009 dihadiri Kevin Rudd, lalu dilanjutkan Tony Abbott, yang menghadiri menghadiri pelantikan pertama Jokowi pada 2014.
Sebenarnya Indonesia tidak mengeluarkan undangan upacara pelantikan, tetapi tetap mengakomodasi para pemimpin dunia, menteri luar negeri, dan diplomat senior yang menyatakan keinginan untuk menghadiri acara tersebut.
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, dan para pemimpin ASEAN lainnya, juga dikabarkan akan hadir, begitu pula Wakil Presiden China Wang Qishan, dan perwakilan senior dari negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang.
Baca Juga: Bandingkan Cara Kerja di Australia, Cuitan Warga Malaysia Ini Viral
Berita Terkait
-
Gibran Berubah Pikiran hingga Ikut Parpol, Rachel Maryam: Dulu Juga Ayahnya
-
ICW Minta Cabut Penghargaan Antikorupsi Jokowi Jika...
-
Lintasan Atletik Madya Dicemari Paku, PASI: Pak Jokowi Mohon Diperhatikan
-
Pakai Batik, PM Belanda Disambut Jokowi di Istana Bogor
-
Isu Pemakzulan Presiden Jika Terbitkan Perppu, Refly Harun: Tak Ada Kaitan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT