Suara.com - Hujan mulai mengguyur sejumlah kawasan di Jakarta setelah sekian lama musim kemarau berlangsung. Jelang pergantian musim, 86 RW di berbagai wilayah di Ibu Kota masih dianggap rawan banjir.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI M Ridwan menyebut 86 RW itu terbagi di dalam 17 kecamatan dan 25 kelurahan. Kawasan tersebut berpotensi banjir jika hujan turun dengan intensitas yang tinggi.
"Di mana di daerah tersebut tiga kali berturut-turut kalau hujan dengan intensitas tinggi terjadi banjir," ujar Ridwan saat dihubungi, Kamis (10/10/2019).
Ridwan menjelaskan, meskipun rawan banjir, tidak berarti seluruh RT di dalam 86 RW itu tergenang air seluruhnya. Lokasi tersebut dianggap rawan karena selalu terkena banjir sejak 2013 sampai 2016.
"Jadi 86 RW itu bukan seluruhnya. Jadi bisa aja satu RW itu satu titik atau dua titik. Indikator kriteria kita untuk mengukur itu basisnya RW. Bukan berati satu RW itu tenggelam semua," jelasnya.
Ridwan menyebut berbagai lokasi yang rawan hujan kebanyakan karena berada di kawasan bantaran kali. Di antaranya kali Ciliwung, Cideng, Sunter, Pesanggerahan, Sunter, Grogol dan Angke.
"Jakarta Utara itu rob karena ada air pasang laut. Kalau pusat karena hujan lokal," ujar dia.
Berdasarkan data dari BPBD, berikut 86 RW di DKI Jakarta yang rawan banjir:
Jakarta Barat 16 RW
Baca Juga: Banjir Jakarta Tak Separah 2015, Anies Berterima Kasih ke Ahok
1. Kelurahan Rawa Buaya: RW 001, 002, 004, 011
2. Kelurahan Tegal Alur: RW 003, 004, 005, 009, 012
3. Kelurahan Kedoya Selatan: RW 005
4. Kelurahan Kedoya Utara: RW 002, 008
5. Kelurahan Kembangan Utara: RW 003, 004, 005, 010
Jakarta Selatan 34 RW
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Janjikan Diskon PBB Bagi Warga yang Bangun Drainase Vertikal
-
Anies Minta Simulasi Banjir di Rapat, Videonya Jadi Sorotan Warganet
-
PDIP soal Banjir: Anies Tak Perlu Bandingi, Cukup Terima Kasih ke Ahok
-
Anies Akui Warisan Ahok Soal Penanganan Banjir Bikin Kerjanya Lebih Mudah
-
Banjir Jakarta Tak Separah 2015, Anies Berterima Kasih ke Ahok
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka