News / Metropolitan
Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:02 WIB
Ilustrasi genangan air di Jakarta. (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Hujan mulai mengguyur sejumlah kawasan di Jakarta setelah sekian lama musim kemarau berlangsung. Jelang pergantian musim, 86 RW di berbagai wilayah di Ibu Kota masih dianggap rawan banjir.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI M Ridwan menyebut 86 RW itu terbagi di dalam 17 kecamatan dan 25 kelurahan. Kawasan tersebut berpotensi banjir jika hujan turun dengan intensitas yang tinggi.

"Di mana di daerah tersebut tiga kali berturut-turut kalau hujan dengan intensitas tinggi terjadi banjir," ujar Ridwan saat dihubungi, Kamis (10/10/2019).

Ridwan menjelaskan, meskipun rawan banjir, tidak berarti seluruh RT di dalam 86 RW itu tergenang air seluruhnya. Lokasi tersebut dianggap rawan karena selalu terkena banjir sejak 2013 sampai 2016.

"Jadi 86 RW itu bukan seluruhnya. Jadi bisa aja satu RW itu satu titik atau dua titik. Indikator kriteria kita untuk mengukur itu basisnya RW. Bukan berati satu RW itu tenggelam semua," jelasnya.

Ridwan menyebut berbagai lokasi yang rawan hujan kebanyakan karena berada di kawasan bantaran kali. Di antaranya kali Ciliwung, Cideng, Sunter, Pesanggerahan, Sunter, Grogol dan Angke.

"Jakarta Utara itu rob karena ada air pasang laut. Kalau pusat karena hujan lokal," ujar dia.

Berdasarkan data dari BPBD, berikut 86 RW di DKI Jakarta yang rawan banjir:

Jakarta Barat 16 RW

Baca Juga: Banjir Jakarta Tak Separah 2015, Anies Berterima Kasih ke Ahok

1. Kelurahan Rawa Buaya: RW 001, 002, 004, 011

2. Kelurahan Tegal Alur: RW 003, 004, 005, 009, 012

3. Kelurahan Kedoya Selatan: RW 005

4. Kelurahan Kedoya Utara: RW 002, 008

5. Kelurahan Kembangan Utara: RW 003, 004, 005, 010

Jakarta Selatan 34 RW

Load More