Suara.com - Awak media yang sedang meliput pemberangkatan Menkopolhukam Wiranto menggunakan helikopter TNI AU menuju Jakarta seusai diserang di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019), sempat dihalang-halangi oleh oknum anggota kepolisian.
"Kami kan kerja dilindungi oleh undang-undang. Kamera dan ponsel kami sempat mau diambil anggota Dalmas itu," kata Ronald Siagian, wartawan media online SelatSunda.com.
Ia menuturkan, anggota Dalmas (Pengendali Massa) itu mengaku diperintahkan pimpinan untuk melarang awak media meliput pemberangkatan Wiranto ke Jakarta.
Ronald mengakui sempat bersitegang. Kepada polisi itu dia mengatakan kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Terlebih lokasi peliputan berada di tempat publik.
Awak media lain yang sempat akan direbut kameranya yaitu Ariel Maranoes, jurnalis SCTV dan Indosiar. Dia mengaku dilarang merekam oleh anggota kepolisian.
Keributan terjadi sekitar 15 menit dan akhirnya dilerai oleh Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi Priadinata mengatakan.
"Enggak usah lebai juga pengamanannya. Enggak usah sombong. Padahal anggota yang lain juga enggak melarang," kata Ariel Maranoes.
Sementara di sekitar lokasi penyerangan, pedagang enggan lagi berkomentar mengenai kejadian penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto.
"Jangan ke saya. Saya orang kecil. Lagi jualan doang di sini," kata salah satu pedagang gorengan yang namanya enggan ditulis.
Baca Juga: Tak Percaya Wiranto Ditusuk Teroris, JK: Ini Pertama Pejabat Kena Tikam
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
-
Paspampres: Pengamanan Presiden Jokowi Sudah Standar Paling Tinggi
-
Wiranto Ditusuk, Hendra: Jangan Terjadi Lagi, Semoga Indonesia Aman
-
Kepala BIN: Abu Rara Penusuk Wiranto Sempat Terpantau Kumpulkan Sajam
-
Ketum PBSI Wiranto Ditusuk, Tontowi: Apapun Alasannya, Itu Tidak Benar!
-
Tak Kalah Mewah Dari Kendaraan Dinasnya, Ini Koleksi Mobil Pribadi Wiranto
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri