Suara.com - Tahanan Palestina di penjara Israel, Ismail Ali --yang telah mogok makan selama 82 hari untuk memprotes penahanan administratif tidak sah terhadap dia, dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Ali telah sampai pada tahap sangat kritis dan menderita kemerosotan fungsi jantung, kehilangan berat badan, ketidakmampuan gerak anggota tubuh, dan sakit perut serta sakit kepala parah, kata Komisi Urusan Tahanan di Pemerintah Otonomi Nasional Palestinam sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA yang dilansir Antara di Jakarta, Senin (14/10/2019).
Pekan lalu, Ali dipindahkan ke rumah sakit, setelah kondisi kesehatannya memburuk, dan belakangan dipindahkan ke tempat penahanan terisolasi di penjara Ramla.
Ali ditangkap pada 12 Januari 2019 dan ditempatkan pusat penahanan administratif, tanpa dakwaan atau pemeriksaan pengadilan.
Kebijakan Israel yang dikutuk banyak kalangan mengenai penahanan administratif membuat orang Palestina ditahan tanpa tuntutan atau pemeriksaan pengadilan selama tiga sampai enam bulan, yang bisa diperpanjang, berdasarkan bukti yang tidak diungkapkan yang bahkan pengacara tahanan dilarang bertemu.
"Penggunaan penahanan administratif oleh Israel adalah secara nyata melanggar hukum internasional. Israel melakukannya dengan cara yang sangat rahasia dan tak memberi tahanan kemungkinan untuk melakukan pembelaan diri yang layak," kata kelompok hak asasi manusia Israel, T'Tselem.
Berita Terkait
-
Bawa Pisau Dapur, Ibu Palestina Ditembak Mati Polisi Israel
-
Warga Palestina: Dengan Jiwa dan Darah, Kami Akan Menebus Al Aqsa!
-
Bentrok di Al Aqsa, Israel Tembaki Warga Palestina saat Idul Adha
-
Timpuk Mobil Israel, Balita Palestina Usia 4 Tahun Nangis saat Ditangkap
-
Sekjen PLO Kutuk Rencana Israel Bongkar 10 Rumah di Jerusalem
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Ton Emas Sehari
-
Ada Proyek Pipa PAM Jaya, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di R.A. KartiniFatmawati Mulai Besok
-
Malam-malam Mendiktisaintek Brian Yuliarto Datangi Istana, Dibonceng Patwal
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov