Suara.com - Karangan bunga terus berdatangan ke Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (14/10/2019). Karangan bunga itu bertuliskan doa agar Menkopolhukam Wiranto cepat sembuh.
Karangan bunga tersebut dikirim oleh berbagai masyarakat mulai dari perorangan, perusahaan, pondok pesantren hingga organisasi kemasyarakatan. Beberapa doa dan pesan yang dirangkum dari berbagai karangan bunga yang dipajang di depan kantor Kementerian Polhukam, yakni:
"Pak Wiranto jangan pernah menyerah" merupakan tulisan pada karangan bunga dikirim dari GMBI Kabupaten Bogor.
"Cepat pulih dan kerja lagi Bpk Wiranto" dari Adi Ishak.
'Pak Wiranto tabahkan hatimu dalam menghadapi cobaan semoga cepat sembuh bapak Wiranto" tulisan karangan bunga dari Keluarga Besar FKPPI Cianjur.
Selanjutnya, "Kami semua berdoa agar bapak jenderal Wiranto cepat sembuh dan sehat semula," dari PT Xelapati Jaya Nusa Indah atas nama Ibu Nurhayanti.
"Pengabdian luar biasa untuk negeri ini, semoga cepat sembuh bapak Menkopolhukam" pesan dari karangan bunga Ustad Unang Kecapatan Pulo Merak, Kota Cirebon.
"Semangatmu menjadi suritauladan kami dan doa kami untuk bapak Wiranto semoga diberikan kesembuhan" bunyi pesan karangan bunga dari Ponpes Khas Kempek Kabupaten Cirebon.
"Loyalitas dan ketekunan bapak untuk negeri ini merupakan bukti nyata, cepat sembuh Bpk Wiranto," bunyi karangan bunga Ponpes Roudhatul Ulum, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Baca Juga: Insiden Wiranto Disebut Settingan, Polisi Mulai Usut Cuitan Hanum Rais
"Tetap tegar dan tabahs Bpk Wiranto, semoga Allah memberikan kesembuhan kepada bapak" karangan bunga dari Ponpes Assa'adah, Serang, Banten.
Menurut Adul (25) karyawan dari Chen Florist, Pluit, sejak kemarin mereka mengirimkan karangan bunga yang dipesan oleh masyarakat.
"Hari ini ada 25 karangan bunga yang kami antarkan, kemarin baru lima," kata Adul.
Ia mengatakan, kemungkinan besok masih akan ada kirim lagi untuk dihantarkan ke kantor Kementerian Koordinator Polhukam.
Ia mengatakan untuk memesan karangan bunga ini harganya tergantung dari ukurannya. Kisaran harganya antara Rp500 ribu sampai Rp1 juta per karangan.
"Kalau ukuran yang 1,5 meter itu Rp750 ribu, ada juga 1,8 meter harganya bisa Rp1 juta," kata Adul.
Berita Terkait
-
Insiden Wiranto Disebut Settingan, Polisi Mulai Usut Cuitan Hanum Rais
-
Pasca Penusukan Wiranto, Kontrakan Abu Rara Dijaga Polisi Bersenjata 24 Jam
-
Megawati Kirim Utusan Jenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto
-
Wiranto Ditusuk Teroris, PDIP: Hanya Hanum Rais yang Tidak Percaya
-
TNI Dipecat karena Istri Sindir Wiranto, Menhan: Itu Resiko
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi