Suara.com - Badan Eksekutif Mahsiswa (BEM) Seluruh Indonesia atau BEM SI kecam larangan demonstrasi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin. BEM SI mengatakan kalau pun mereka demo, demo itu bukan untuk menggagalkan pelantikan tersebut.
BEM SI menyatakan larangan demo itu kurang bijak.
"Kami memandang sikap kepolisian kurang bijak dengan adanya pelarangan aksi," kata Ketua BEM SI, Muhammad Nurdiyansyah alias Dadan, ketika dikonfirmasi Suara.com, Selasa (15/10/2019).
Menurut dia, aksi ini merupakan penyapaian pendapat yang dijamin oleh konstitusi. Maka ketika ada pelarangan tentu hal ini berbenturan dengan konstitusi yang ada.
"Kami memandang aparat terlalu reaktif dalam mengambil sikap tersebut. Padahal bentuk penyampaian pendapat tentu beragam dan jangan selalu digeneralisir bahwa akan selalu berakhir chaos dan mengganggu kestabilan bangsa," tutur Dadan.
"Justru sikap melarang ini lah yang membuat kondisi tidak stabil. Negara perlu memahami dan memenuhi hak hak warganya. Melarang aksi, demonstrasi merupakan pelanggaran terhadap hak warga negara untuk mengemukakan pendapat di muka umum dan kebebasan berekspresi. Bagi tugas aja, kami aksi, yang mengamankan polisi, kan simpel," tuturnya.
Sementara itu, Badan Esekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tidak akan ikut-ikutan demo saat pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Jakarta.
"Kalau sejauh ini (BEM UI) tidak pernah ada bahasan untuk aksi di pelantikan (presiden dan wakil presiden)," kata ketua BEM UI Manik Marganamahendra .
Ketika ditanya rencana BEM Seluruh Indonesia akan melakukan aksi demo saat pelantikan tersebut, Manik membenarkan. Namun, dirinya menyarankan untuk mengkonfirmasi koordinaror Pusat BEM SI terkait rencana aksi saat pelantikan presiden dan wakil presiden.
Baca Juga: Eksekusi Penggusuran Makam Wareng di Kota Tangerang Diwarnai Bentrokan
"Kalau untuk BEM SI bisa ditanya langsung ke koordinator pusatnya," ucap Manik singkat.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
-
Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran
-
33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi
-
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules
-
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya
-
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman
-
Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz
-
Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum