Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam tindakan ABC News yang menggunakan video dari lapangan tembak Kentucky dan mengklaimnya sebagai rekaman serangan bom Turki terhadap warga sipil Kurdi di Suriah.
"Sebuah skandal besar di @ABCNews. Mereka tertangkap menggunakan rekaman PALSU mengerikan tentang pemboman Turki di Suriah. Benar-benar memalukan," kata Trump melalui Twitter sebagaimana dilansir dari Kantor Berita Anadolu, Selasa (15/10/2019).
Kantor berita terkemuka AS ABC News menayangkan video tersebut pada akhir pekan, dengan mengatakan bahwa Militer Turki membom warga sipil Kurdi di kota perbatasan Suriah.
Pada kenyataannya, video tersebut merupakan rekaman demonstrasi senjata di sebuah lapangan tembak di West Point, Kentucky, Amerika Serikat.
"Besok mereka akan mengajukan pertanyaan ringan kepada putra Joe Biden, Hunter, seperti mengapa Ukraina & China membayar Anda jutaan padahal Anda tidak tahu apa-apa? [Apa itu] Imbalan?" tambah Trump.
"WOW! @ABCNews Menggunakan Video Lapangan Tembak 2017 dan Berbohong demi Menayangkannya sebagai bom Turki terhadap Kurdi di Suriah (VIDEO)," kata jurnalis Amerika Jim Hoft melalui Twitter.
Dalam video tersebut, bisa terlihat para penonton yang merekam dengan ponsel mereka.
Setelah menerima kritik keras, ABC News menayangkan koreksi pada Senin melalui akun World News Tonight dan mengatakan bahwa mereka telah menghapus video tersebut.
"ABC News menyesali kesalahan itu," tambahnya.
Baca Juga: Terkait Operasi Militer, Erdogan: Turki Tak Berniat Caplok Suriah
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
Berita Terkait
-
Terkait Operasi Militer, Erdogan: Turki Tak Berniat Caplok Suriah
-
Pasukan Kurdi Dikerahkan untuk Tangkis Operasi Militer Turki di Suriah
-
Sikap Amerika Atas Operasi Militer Turki di Wilayah Suriah
-
Presiden Turki Ancam Eropa, Akan Kirim 3,6 Juta Pengungsi
-
Turki Serang Suriah, Donald Trump Geram dan Beri 3 Pilihan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam